Surat Untuk Kartini Klewer

Surat Untuk Kartini Klewer

Selasa, 21 Maret 2015, bertepatan dengan hari peringatan kelahiran R.A Kartini, gerakan sosial Aksi Cinta Budaya Indonesia (ACBI) Bakti Nusa UNS melakukan aksi kebangkitan Kartini Klewer. Aksi ini bertujuan untuk membangkitkan semangat pera pedagang Klewer khususnya ibu-ibu yang menjadi mayoritas pedagang disana. Dibersamai oleh Bu Kadir, istri ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), kami berkeliling di area pasar darurat.  Sembari memberikan semangat dan motivasi kepada para ibu-ibu yang tengah berjualan di pasar darurat,  tim Bakti Nusa memberikan souvenir dan surat untuk mereka. Surat-surat tersebut dibuat oleh para mahasiswa yang memiliki empati terhadap tragedi kebakaran pasar Klewer. Harapan, do’a, dukungan, dan semangat tertulis pada setiap surat yang dibagikan kepada mereka.

5 4 3  1

2

Aksi ini diharapkan dapat memberikan suntikan semangat kepada para perempuan yang berdagang di Pasar Klewer. Meskipun tragedi 3 bulan silam  tak pernah surut dari bayangan mereka, akan tetapi semangat membara masih tetap ada. Semangat untuk melestarikan salah satu budaya bangsa dan semangat untuk memberikan nafkah bagi keluarga masih tetap terpatri dalam hati mereka. Seperti yang dituliskan RA Kartini, Habis gelap terbitlah terang. Meskipun tragedi kebakaran pasar klewer bak kegelapan yang melanda mereka dan merenggut banyak harta yang mereka miliki, namun mereka yakin akan ada cahaya terang yang kelak akan menyinari. Pertolongan dan solusi atas musibah ini pasti akan datang. Disela-sela sambutannya, Bu Kadir sempat meneteskan air mata dan berdo’a  penuh harap, agar segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota Surakarta berjalan dengan baik. Disaksikan oleh para pedagang Klewer yang memiliki harapan sama, semua saling berpesan untuk senantiasa berdo’a agar pembangunan pasar Klewer sementara maupun pasar permanennya berjalan dengan baik. Para pedagang pasar Klewer pun berharap pada bulan Ramadhan nanti, kios-kios pasar sementara bisa digunakan.

Aksi  ini ditutup dengan penyerahan wayang Srikandi kepada Bu Kadir, sebagai perwakilan HPPK dan penyerahan wayang Srikandi kepada salah satu pedagang Pasar Klewer. Wayang Srikandi dijadikan simbol kekuatan seorang wanita untuk senantiasa berjuang. Setelah aksi selesai, dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dan refleksi aksi di posko kebakaran Pasar Klewer. Aksi dalam memperingati hari Kartini ini diapresiasi positif oleh para pengurus HPPK. Harapannya aksi ini menjadi perantara bentuk empati mahasiswa terhadap permasalahan pelik salah satu budaya bangsa yaitu pasar tradisional.

Mahasiswa Turun Tangan Bantu Advokasi Pedagang Korban Kebakaran Pasar Klewer

Mahasiswa Turun Tangan Bantu Advokasi Pedagang Korban Kebakaran Pasar Klewer

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Untuk Klewer (AMUK) yang diinisiasi oleh aktivis Bakti Nusa UNS turun tangan membantu proses pendataan para pedagang korban kebakaran pasar Klewer Solo pada hari Senin (29/12/2014).

Mereka adalah para mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang berkecimpung dalam kegiatan Aksi Cinta Budaya Indonesia (ACBI) yang memiliki konsen dalam menjaga eksistensi pasar tradisional.

Pasar Klewer

Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pendataan para pedagang yang kiosnya ludes terbakar pada Kebakaran Pasar Klewer, Sabtu (27/12/2014) malam. Para pedagang terlihat antri menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendapatkan kios kembali.  Kegiatan ini dilakukan untuk membantu tim Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) yang sejak kemarin sibuk menangani para pedagang yang kiosnya terbakar.

Woro, koordinator AMUK mengatakan bahwa ada sekitar 1532 pedagang yang kiosnya terbakar dan berduyun-duyun ke serambi depan Masjid Agung kota Surakarta untuk menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan seperti KTP, surat hak penempatan (SHP) kios, kartu pengenal pedagang (KPP). Ada 22 aktivis mahasiswa yang melayani pengumpulan berkas-berkas tersebut. Hingga berita ini ditulis, kegiatan tersebut masih berlangsung.

Salah satu relawan, Nabella mengatakan bahwa dirinya bergabung dalam ACBI karena ingin agar pasar tradisional eksis sebagai pusat ekonomi rakyat. Dirinya ikut turun tangan hari ini untuk membantu  para pedagang mendapatkan hak mereka kembali untuk dapat berjualan di Pasar Klewer.

Sumber : http://www.iberita.com/61502/mahasiswa-turun-tangan-bantu-advokasi-pedagang-korban-kebakaran-pasar-klewer

Hardiknas: Mahasiswa Ajak Anak SD Belanja di Pasar Tradisional

Hardiknas: Mahasiswa Ajak Anak SD Belanja di Pasar Tradisional

10258690_10204109461763855_4012642222828400035_n

Jumat pagi 02/05 suasana Pasar Legi nampak lebih meriah dari biasanya. Terdengar tawa dan canda adik-adik siswa kelas 4 SD N Kestalan 05 Surakarta yang memakai seragam pramuka. Kehadiran adik-adik dalam rngka peringatan Hardiknas yg diadakan mahasiswa UNS penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BaktiNusa) Dompet Dhuafa. Kegiatan yg dimulai pukul 08.30 WIB ini merupakan bagian dari Gerakan Aksi Cinta Budaya Indonesia (ACBI) yg brtujuan mengedukasi adik-adik untuk biasa berinteraksi dengan kegiatan pasar tradisonal dan berbelanja di pasar tradisional. Adik-adik dibekali uang 20ribu rupiah untuk bebas membeli makanan pasar yang disukai dan bebas berinteraksi dengan pedagang. Wahyu Ardianti Woro Seto, Koordinator kegiatan menyatakan bahwa kegiatan seperti ini penting dibiasakan sejak usia dini kepada adik-adik agar teredukasi untuk biasa berbelanja di pasar. Jika sejak dini adik-adik sudah biasa di pasar tradisional maka sampai dewasa akan lebih memilih belanja di pasar tradisional. Kegiatan ditutup dengan bercerita di kelas mengenai pengalaman saat berbelanja. Adik-adik antusias pada kegiatan ini terlihat dari semangat mereka selama kegiatan dan saat bercerita. (elifas yoga)

Pengumuman Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara 2014

Pengumuman Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara 2014

Presentation1selamat kepada ke-8 aktivis mahasiswa UNS, tetep semangadz untuk yang belum berkesempatan

 

UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA

No Nama Fakultas Organisasi
1 Alvian Novi Arvianto Pend. Bahasa Inggris Kepala Divisi Humas SIM UNS
2 Hikmatyar Abdul Aziz Arsitektur Menteri Media Informasi BEM UNS
3 Nabella Rizki Al Fitri Ilmu Hukum Koordinator AAI FH
4 Triana Rahmawati Sosiologi Sekretaris Menteri  Humas dan Jaringan BEM UNS
5 Rian Mantasa Salve P Teknik Sipil Ketua AAI FT
6 Muhammad Syukri Kurnia Rahman Pendidikan Dokter Ketua SKI FK
7 Daniel Revelino Arsono Ilmu Komunikasi Program Director FiestA FM
8 Ayu Soraya Agribisnis Anggota Dewan Mahasiswa UNS

Iisiatif untuk salah satu menjadi koordinator Baktinusa dan ACBI nya ya, biar lebih mudah untuk berkomunikasi

Sekali lagi, selamat dan semanagdz!!

Kenapa Partai yang Banyak Korupsi Masih Dipilih? (Amin Marlinda)

Kenapa Partai yang Banyak Korupsi Masih Dipilih? (Amin Marlinda)

Sebagai negara yang berasaskan Pancasila, terutama sila KeTuhanan (sila 1)  warga negara Indonesia tentu sangat menentang adanya praktik korupsi hingga pemerintah kemudian membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK dibentuk dengan tujuan memberantas praktik- praktik korupsi yang tentunya merugikan rakyat Indonesia. Sebagai warga negara yang memahami nilai moral tentu akan menjauhi segala praktik korupsi dan menjauhi orang- orang yang melaksanakan praktik korupsi ini.

Dalam memilih pemimpin pun, sebagai rakyat Indonesia akan memilih pemimpin yang jujur, pro rakyat dan bersih dari korupsi. Akan tetapi, pada kenyataannya hasil survey  memperlihatkan fakta bahwa partai yang memiliki kader yang terlibat kasus korupsi yang banyak justru memiliki pemilih/simpatisan yang tinggi juga. Hal ini tentu dua hal yang sangat berkebalikan. Di satu sisi rakyat menginginkan pemimpin yang jujur dan bersih dari korupsi, akan tetapi peminat pada partai yang terlibat kasus korupsi lebih banyak.

Hasil dari survey www.merdeka.com terhadap partai- partai di Indonesia sampai tanggal 22 Maret menunjukkan 3 besar partai yang dipilih, yaitu PDI Perjuangan (39,53%), Gerindra (20,19%) dan PKS (19,31%).

Dari kedua data di atas dapat dilihat perbandingan bahwa partai dengan indeks terlibat korupsi tinggi (PDIP, Golkar, Demokrat) ternyata tetap memiliki peminat yang tinggi dibandingkan partai dengan indeks terlibat korupsi rendah (PKS dan PKP).

Berdasarkan data gambar di atas cukup menunjukkan bahwa partai yang memiliki indeks korupsi rendah adalah partai- partai yang berbasis keislaman/agama. Akan tetapi, keberagaman suku, etnis dan agama di Indonesia dapat menjadi salah satu faktor masih banyaknya masyarakat yang lebih memilih partai dengan basisi non-agama. Persepsi masyarakat yang masih menganggap bahwa partai berbasisi agama untuk agama tertentu saja, maka dengan keberagaman suku dan agama itu masyarakat lebih memilih partai yang berbasis nasional, yang menurut masyarakat dapat menampung aspirasi dari semua suku dan agama.

Beragamnya metode kampanye dari partai- partai politik termasuk melalui media masa juga turut membangun pencitraan yang lebih baik bagi partai- partai yang pada kenyataannya terlibat banyak kasus korupsi. Bagi masyarakat yang masih awam dan masih memiliki pendidikan rendah tentang politik tentu akan lebih memilih partai yang lebih banyak dikenalnya, salah satunya untuk partai- partai yang bisa dengan “apik” mengemas pencitraan lewat media televisi. Terlebih lagi adanya pemberitaan besar mengenai tokoh- tokoh pemimpin potensial seperti Bapak Jokowi dan Ibu Risma yang berasal dari partai PDI-P dapat mempengaruhi rakyat untuk memilih partai yang menjadi asal tokoh- tokoh tersebut.

Untuk itu, perlu adanya review dari KPK yang dapat dipublikasikan kepada publik secara luas agar masyarakat secara keseluruhan juga dapat lebih cerdas untuk mempertimbangkan partai mana yang sebaiknya dipilih.