(reported by Yuli Ardika Prihatama)

“Orang yang penuh dengan pengalaman, tak akan pernah habis berbagi. Orang yang kaya ilmu, senantiasa rendah hati. Orang yang bijaksana, perkataannya selalu mengandung hikmah yang mendalam.” (Ardika)

Inspiratif! Luar biasa itu kata yang bisa kami ucapkan seusai mengikuti training spesial hari ini bersama salah seorang yang sangat luar biasa. Ialah Bapak Yusuf Maulana, salah satu penulis dari Yogyakarta. Aula pesma Ar-Royyan menjadi saksi bisu atas diskusi luar biasa manusia-manusia yang giat belajar untuk memperbaiki dirinya dan bangsanya. Dan 29 Juni 2012 adalah tarikh yang begitu indah bagi kami karena mendapatkan ilmu yang banyak, meski 3 jam saja. Bagaimana ceritanya? Kenapa hari itu menjadi sangat inspiratif, mari sejenak kita lanjutkan membaca senarai kisah berikut.

Menulis

Mengapa perlu menulis? Karena pada hakikatnya manusia pasti ingin dikenal untuk mengaktualisasikan dirinya atau bahkan untuk menyuarakan sebuah gagasan atau perlawanan. Jika hanya dikatakan, mungkin suatu saat terlupa atau akan dilupakan. Jika hanya disimpan di kepala, maka itu bukan apa-apa dan pasti akan menghilang seiring berjalannya waktu. Tetapi dengan menulis, maka eksistensi itu akan muncul untuk menjadi jawaban atas realita dan memberikan kontribusi untuk mengubah peradaban.

Namun, seringkali dijumpai fenomena di kalangan mahasiswa bahwa menulis hanyalah untuk menggugurkan kewajiban dan tugas kuliah. Padahal menulis adalah untuk melatih kemampuan pikir kita menelurkan gagasan yang orisinal. Gagasan yang sangat diperlukan untuk menjawab berbagai problematika kehidupan. Menulis dengan baik akan membuat pikiran kita menjadi logis dan sistematis, penuh dengan muatan perubahan yang dapat mempengaruhi orang-orang yang menikmati buah karya kita ini. Kata beliau, menulis adalah sedekah pengalaman kita. Sebuah kata yang sangat bijak dan sangat sederhana. Namun sarat makna yang dalam.

Betapa Berharganya Kita

Menjadi manusia yang senantiasa gelisah untuk memikirkan solusi persoalan di sekitarnya adalah hal yang semakin langka di era sekarang. Tapi ketahuilah bahwa itulah awal dari kebangkitan diri untuk terus menggali ide dan terus menggali ide. Ide, itulah senjata utama para penulis. Maka orang yang selalu “gelisah” adalah orang yang akan menjadi penulis dan pengubah peradaban.

Maka hargailah setiap ide kita, meskipun ia sangat sederhana. Rekamlah semua kegelisahan itu dalam ide-ide yang tertuang dalam tulisan-tulisan kita. Tautkan ia dengan berbagai topic kajian yang memang menjadi kesukaan kita dan refleksikan dengan pengalaman-pengalaman diri. Maka dia akan menjelma menjadi sebuah tulisan yang luar biasa. Tulisan yang akan menumbuhkan semangat perubahan. Tulisan yang akan mengundang orang lain untuk bergabung dan merealisasikan. Gabungan antara gagasan dan realisasi ke depan akan menjadi sebuah kemenangan. Kemenangan yang akan terukir dalam prasasti kehidupan kita.

Tips & Trik Menulis

Setelah merekam motivasi Pak Yusuf di atas, beliau juga memberikan resep manjur agar kita bisa menjadi penulis yang baik.

  1. Menyalin buku dengan tangan, rasakan goresan pena seperti saat penulis asli buku tersebut menuliskan manuskripnya. Dapatkan energy yang luar biasa.
  2. Menandai petikan-petikan penting dalam buku. Bisa jadi, kumpulan petikan itu akan menjadi inspirasi baru bagi kita. Sehingga kita dapat menulis sesuatu yang baru dan lebih segar.
  3. Menulis Diari. Rekam setiap jejak kehidupan kita. Karena pengalaman-pengalaman itu suatu saat akan menjadi inspirasi bagi kita di masa mendatang. Selain itu, dengan terbiasa menulis diari, maka pikiran kita akan terbiasa sistematis dan tidak melompat-lompat.
  4. Posting tulisan kita di blog, dan bagilah sebanyak-banyaknya agar mendapat respon dari yang lain. Baik respon yang menyenangkan maupun respon yang menyakitkan. Semua akan sangat berharga bagimu. Terimalah dengan penuh takzim dan optimis.
  5. Buktikan keberanianmu, berbagi gagasan dan opinimu di media cetak. Buktikan esksistensimu dan tantanglah khalayak untuk membaca tulisanmu.

Temukan passion kita dalam menulis. Menulis. Menulis. Dan terus menulis. Dan yang paling penting, mari menjadi teladan dalam berbagi, menjadi teladan dari apa yang kita tulis dan menjadi teladan untuk senantiasa menulis. Karena keteladanan lebih berharga dari seribu nasihat.

Demikian sedikit cerita yang membuncah setelah mengikuti kelas luar biasa Pak Yusuf Maulana. Terima kasih Pak.