IMGP0132

Selasa, 22 Desember 2015, Bakti Nusa UNS mengadakan Talkshow Kepemudaan dan Sosialisasi Beasiswa Aktivis Nusantara. Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa UNS dari berbagai fakultas tersebut mengusung tema “Negarawan Muda, Belajar Merawat Indonesia”. Pembicara pada talkshow sesi 1 adalah Bapak Bambang Suherman, Resource Mobilization Dompet Dhuafa, Ketua Tim Buka Blikade Gaza DD. Beliau menceritakan berbagai pengalaman perjalanan beliau mulai dari sebelum bergabung dengan Dompet Dhuafa dan setelah bergabung dengan Dompet Dhuafa, hingga pengalaman beliau dalam misi kemanusian di Gaza. Sosok yang telah mengelilingi berbagai pulau di Indonesia ini pada umur 25 tahun ini merupakan sosok yang sudah banyak ‘bergerak’ sejak muda. Membentuk jaringan seluas mungkin  dan bergerak dengan lingkungan yang membentuk masa depan, merupakan upaya-upaya yang beliau dalam membentuk value dalam diri beliau.  Hingga  saat bergabung dengan Dompet Dhuafa yang memiliki 4 pilar utama  yakni ekonomi, kesehatan, pendidikan dan social development, beliau semakin memperteguh value-value yang ada pada diri beliau.

“Berproses pada value, tidak membuat hidup kita menjadi hambar”-Bambang Suherman.

Semenjak bergabung bersama DD, beliau sering ditugaskan dalam misi-misi kemanusiaan ke berbagai negara, salah satunya Gaza. Beliau menceritakan bahwa anak-anak kecil disana merasa senang setelah adanya sebuah gedung terbom, mereka menjadi memiliki lapangan sepak bola yang baru. Hal ini memberikan arti, bahwa mereka memberikan hikmah tentang tentang kematian yang bisa menghampiri  kapan pun, tetap bergembira meskipun kemalangan yang bertubi-tubi melanda mereka, dan tentang makna kehidupan yang sesungguhnya. Sehingga betapa sudah seharusnya manusia berpegang teguh pada misi kehidupan yaitu kemanusiaan. Sebab sejatinya misi kehidupan adalah mempersiapkan kematian.

“Saatnya bertemu di medan pertempuran, kita bertemu untuk mengisi kekosongan  negara dan kemiskinan Indonesia”-Bambang Suherman.

IMG_20151222_111745Pada sesi kedua, pembicara talkshow adalah Rian Mantasa Salve P, S.T (PM Bakti Nusa 4, Lulusan Terbaik 2015 dengan IPK 4) dan Syayma Karimah (PM Bakti Nusa 5, Hafizhoh inspiratif). Kedua pembicara tersebut menceritakan pengalaman-pengalaman sebagai seorang aktivis dan motivasi mereka hingga dapat bergabung dengan keluarga Bakti Nusa. Rian Mantasa menceritakan perjuangannya meraih IPK 4, ditengah aktivitasnya menjadi salah satu leader di organisasi serta  amanah sebagai asisten berbagai mata kuliah. Kekuatan azzam dan dukungan dari seluruh rekan-rekan dan juga Bakti Nusa, akhirnya dapat menuntaskan misinya, hingga Desember kemarin ia diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan/wisudawati UNS sebagai Lulusan Terbaik UNS 2015 dengan IPK sempurna. Sedangkan Syayma Karimah, menceritakan perjuangnnya untuk mengikuti seleksi Bakti Nusa, disaat berbagai keterpurukan sedang melanda baik keluarga maupun dirinya. Lagi-lagi kekuatan azzam serta kepercayaan bahwa dalam kehidupan ini ada lingkaran sabar dan syukur, membuat dirinya gentar untuk menyerah. Hingga seluruh perjuangannya tersebut semakin membawa berbagai hasil yang perlu disyukuri. Saat ini ia sudah menjadi pembicara yang berkelas Nasional dengan pengalamannya sebagai hafidzoh, aktivis dan pengusaha.

Bakti Nusa senantiasa mendukung seluruh PM untuk berkembang melesat, prestatif dan kontributif. Melalui Bakti Nusa, lingkaran kebaikan senantiasa tumbuh dibersamai oleh orang-orang hebat di dalamnya, sehingga potensi yang ada dalam diri setiap PM senantiasa dipacu untuk berkembang. Setelah talkshow selesai, acara dilanjutkan dengan sosialisasi Bakti Nusa 6 yang disampaikan oleh Inayah Adi Oktaviana. Pandangan umum tentang Bakti Nusa, tata cara pendaftaran hingga berbagai benefit mendapatkan Bakti Nusa  disampaikan agar para peserta dapat terpacu untuk bergabung bersama Keluarga Bakti Nusa. Kegiatan diakhiri dengan launching Grup Negarawan Muda UNS 2016, yang merupakan grup pendampingan calon penerima Bakti Nusa 6 UNS.