IMGP0149

Usai kegiatan Talkshow Kepemudaan dan Sosialisasi Bakti Nusa 6, Bakti Nusa UNS mengadakan coaching tokoh bersama bapak Bambang Suherman, Resource Mobilization Dompet Dhuafa, Ketua Tim Buka Blokade Gaza DD.
Kegiatan diskusi yang diselenggarakan di Ruang Sidang 2 FEB UNS, dihadiri oleh PM Bakti Nusa UNS dari berbagai angkatan.

Sebelum memulai diskusi Berbicara tentang kompleksitas berbagai  permasalahan yang melanda Indonesia tak pernah ada habisnya. Memperbaiki berbagai permasalahan ini tentu membutuhkan waktu yang panjang. Akan tetapi bukan berarti kita berdiam diri hanya menyaksikan keterpurukan ini mengalir. Investasi sumber daya manusia harus mulai kita bangun dan upayakan sebagai kontibusi kita menghadapi berbagai permasalahan ini.

“Investasi harus kita bangun mulai dari sekarang. Maka penting bagi kita untuk memiliki aktivis, bukan sekedar orang-orang dengan keunggulan-keunggulan yang bagus namun tidak terkelola”-Bambang Suherman.

Relevansi dengan Bakti Nusa, menguatkan misi-misi baru untuk membangun Indonesia. Pola pembelajaran value amanah dari Bakti Nusa senantiasa diingatkan sebab tujuan dari bakti Nusa adalah investasi SDM, sehingga titik tekannya adalah kebermanfaatan yang senantiasa mengalir dari manfaat yang didapatkan dari Bakti Nusa.

Pak Bambang menjelaskan bahwa ranah kompetisi kita hari ini tidak memberikan peluang dengan upaya yang setengah-setengah. Kita tidak boleh masuk dalam ranah kompetisi upaya  yang setengah-setengah karena berarti kita belum memberikan solusi. Sebab, 10 tahun lagi pemudalah yang akan berada pada posisi mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah.

Sebuah ironi yang memprihatinkan dari bangsa ini adalah banyaknya orang yang tidak mengenal sejarah. Banyaknya pemutar balikan sejarah dan  banyaknya kesalahan penyusunan sejarah semakin lama menyiratkan bahwa sejarah hanya kepentingan. Sehingga  kebanggaan sejarah seperti apa yang harus kita kelola? Meskipun saat ini momentum kita menikmati Indonesia,  namun saat ini pula kita harus membangun momentum memiliki indonesia dengan investasi sejak sekarang dan mempelajari sejarah dari sumber yang tepat. Beasiswa aktivis adalah salah satu upaya untuk mencari orang-orang mau terlibat di dalamnya, loyalis-loyalis, berpegang kokoh pada value-value perjuangan.

Indonesia adalah laboratorium politik yang paling kompleks sebab memiliki banyak keragaman suku, agama, golongan dan ras. Memformulasikan local wisdom merupakan cara terbaik menggambarkan Nusantara. Berbagai kompleksitas yang kita punya sangat besar hendaknya dijadikan sebuah peluang untuk kemajuan bangsa. Namun hal itu pun tergantung idealisme para penggerak di dalamnya untuk meneguhkan misinya bukan atas kepentingan pribadi semata.

Pernahkah kita bertanya, kenapa bisa tidur begitu nyenyak? Sedangkan diluar sana banyak orang yang mempertaruhkan nyawanya. Barangkali sebuah kenikmatan tersendiri yang membuat kita tertidur nyenyak jika  kita menutup mata dan telinga kita dari berbagai permasalahan bangsa, tidak mengikuti berita-berita Indonesia, tidak diskusi dan menganalisis permasalahan. Maka merasa bisa ‘tidur nyenyak’ adalah sebuah kerugian tersendiri.

Berapa banyak orang yang merelakan diri menjadi pejuang? Berapa banyak orang keluar dari zona nyaman yang sadar untuk mengelola resource yang ada?  Kedua pertanyaan yang cukup menohok hati itu  hendak menjadi sebuah evaluasi pribadi.

Kedepan idealisme kita akan diserang oleh pragmatisme kehidupan. Apakah kita akan tetap tegak dengan misi kehidupan kita? Maka jawabannya tergantung pada apa yang kita upayakan sejak saat ini. Upaya untuk berpegang teguh pada value  sehingga kedepan akan berjalan beriringan dengan orang yang mau menempuh ‘jalan perjuangan’ yang sama.