Pada Kamis, 30 Maret 2016, ACBI melakukan aksinya menyambangi Taman Kanak-Kanak Aisiyah 3 Ngringo, Palur, Kabupaten Karanganyar guna mendekatkan pasar tradisional kepada anak-anak yang baru berusia 5-6 tahun tersebut. Sebanyak 67 anak kelompok B beserta guru-guru menjadi bagian dari ACBI Goes to School yang menjadi rutinan kegiatan ACBI. Sekolah yang terletak di Jl. Dahlia II Perumnas-Palur ini begitu antusias menyambut kegiatan yang bertujuan membawa salah satu budaya pasar tradisional, yaitu produk makanan atau jajanan tradisional kepada anak-anak.

Salah satu semangat yang yang ingin ditunjukkan oleh para mahasiswa ini adalah apabila anak tidak lagi menyambangi pasar tradisional sebagai salah satu tempat pemenuhan kebutuhan, maka ACBI akan membawakan “pasar” kehadapan anak-anak. Kegiatan ini dikemas dengan unsur bermain, sehingga anak-anak antusias mengikutinya sampai akhir. Ada beberapa jajanan tradisional yang diperkenalkan dalam permainan tersebut di antaranya apem, coro bikan, lapis, puding dari jagung, dan cabuk rambak.

   IMG20160331082832

Kegiatan diawali dengan memperkenalkan ACBI dan para penerima manfaat (PM) Bakti Nusa kepada anak-anak yang disambut dengan gelak tawa dari anak-anak yang menyaksikan kelucuan “guru tamu” pada hari tersebut. PM Bakti Nusamemperkenalkan jajanan yang dibawa  dari pasar Ledoksari, Jebres sambil memperlihatkan satu persatu dihadapan anak-anak. Kemudian mereka dibagi dalam 10 kelompok kecil yang didampingi oleh seorang fasilitator untuk bermain puzzle. Sembari bermain, anak-anak dikenalkan dengan makanan tradisional yang terangkai utuh dari potongan puzzle tersebut.

Puncak kegiatan diisi dengan memperkenalkan cabuk rambak sekaligus cara membuatnya pada anak-anak dengan bahasa yang sederhana. Anak-anak mengaku belum pernah merasakan cabuk rambak sebelumnya, kecuali salah satu anak yang bernama Ahnan. Bahkan salah satu guru yang mendampingi, mengaku belum pernah merasakan lezatnya cabuk rambak yang dinikmati bersama anak-anak. Hal ini memperlihatkan pada kita semua bahwa makanan yang dulunya melegenda bisa sangat asing di telinga banyak orang saat ini, sehingga penting sekali memperkenalkan kembali pada masyarakat bahwa produk budaya pasar salah satunya jajanan pasar wajib eksis.

IMG20160331091559IMG-20160331-WA0023

Sebagai relasi dalam mengembangkan aksinya, ACBI menggandeng beberapa pembuat cabuk rambak di desa Kalikebo, Karanganyar untuk langsung memperkenalkannya pada kegiatan-kegiatan ACBI. Sedang dalam kegiatan goes to School ini, ACBI menggandeng Mbah Siyam langsung ke depan anak-anak untuk sebagai orang yang berjasa mengeksiskan makanan lezat tersebut.

Rasa ingin tahu anak-anak tentang makanan yang baru dikenal ini terjawab pada saat anak anak dipersilahkan mengambil cabuk rambak yang telah disediakan di atas daun pisang. Beberapa anak-anak “imbuh” atau menambah cabuk rambak yang sudah di pincuk Mbah Siyam sampai 3-4 kali. Hal ini cukup membuat para PM kelimpungan saat menenangkan mereka yang ingin menambah.

Ibu Titik mengaku bahwa beliau sangat senang dengan hadirnya mahasiswa-mahasiwa yang mau mendedikasikan sebagian waktunya untuk menghidupkan pasar tradisional. Memang sudah selayaknya bahwa memperkenalkan budaya bangsa harus dilakukan sejak dini, salah satunya pada anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Sebagai kepala sekolah, Ibu titik merasa terinspirasi dan berkenan melaksanakan berbagai upaya serupa guna mendekatkan anak-anak pada budaya-budaya bangsa yang sangat dekat dengan kehidupan anak. Beliau juga sangat berharap bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus digalakkan

ACBI sebagai gerakan sosial, berkomitmen untuk terus mengupayakan eksistensi pasar tradisional lewat berbagai cara yang mampu dilakukan para mahasiswa yang menjadi motor penggeraknya. Pendidikan menjadi salah satu sasaran utama yang dirasa sangat tepat untuk mengenalkan kembali pasar tradisional dan segala yang ada di dalamnya sebagai budaya bangsa pada generasi muda bangsa. Agar peradaban Indonesia mendatang senantiasa tumbuh subur dengan tidak melupakan budaya yang dulu menjadi bagian penting di dalamnya. (Dilla)

IMG-20160331-WA0021