Karanganyar, 6 April 2016. Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam Aksi Cinta Budaya Indonesia (ACBI) melakukan sejumlah aksi solidaritas terhadap pedagang pasar Karangpandan yang kios dan lapaknya terbakar pada 6 April dini hari. Aksi diawali dengan berdiam diri (frezeemop) dibawah gapura perbatasan Solo-Karanganyar dengan membawa poster dan tulisan dukungan bagi para pedagang yang terkena musibah.

IMG-20160406-WA0019

Selain sebagai wujud dukungan moril, aksi tersebut juga ditujukan untuk menginformasikan peristiwa kebakaran yang terjadi kepada masyarakat pengguna jalan. Pemilihan tempat di sekitar jembatan bengawan solo dan gapura ini sebagai simbolisasi bahwa solidaritas atau kepedulian itu tidak berbatas pada batas daerah, sehingga aksi ini mampu menjadi jembatan kebaikan agar masyarakat Solo mau ikut menjadi bagian dalam memberikan kepeduliannya kepada musibah yang terjadi  di pasar Karangpandan, Karanganyar.

Aksi dilanjutkan dengan menyambangi langsung pasar yang terbakar. Salah satu pedagang yang terkena musibah, Ibu Sri yang berjualan sandangan mengaku bahwa kiosnya terbakar habis hingga tidak ada yang tersisa. Begitu pun anaknya yang menganggap bahwa ini adalah musibah atau cobaan dari Tuhan yang harus dihadapi dengan tabah. Padahal, menurut informasi dari sejumlah pedagang disekitar, kios-kios sandangan seperti ini baru saja memasok keperluan pakaian untuk lebaran, sehingga ditaksir kerugian semakin besar.

IMG-20160406-WA0017

Saat dilakukan tinjauan langsung, memang terlihat beberapa pedagang nekat melintasi garis polisi yang masih terpasang untuk menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa dan dapat digunakan kembali serta mulai membersihkan puing-puing dari lapak dan kios. Saat itu masih nampak jelas guratan kesedihan para pedagang  atas musibah yang terjadi.

Aksi dilanjutkan dengan menyambangi para pejabat pasar Karangpandan guna mendapatkan informasi jelas tentang seluk beluk kejadian dan langkah strategis pasca kebakaran. Sayangnya, belum ada yang mau memberikan keterangan lebih lanjut dan meminta para peserta aksi untuk bersabar hingga esok hari untuk mendapatkan keterangan yang lebih jelas. Pada aksi yang kedua ini, ACBI dibantu oleh BEM FISIP UNS, Ikatan Mahasiswa Karanganyar (IMAKA) dan Formadiska (Forum Mahasiswa Bidik Misi Karanganyar) sebagai bagian dari warga Karanganyar yang sedang menuntut ilmu di UNS.

Setelah sebelumnya pasar Klewer dilahap habis oleh Si Jago merah, kini pasar Karangpandan, Karanganyar juga menjadi sasaran amukan. Beruntung, kebakaran tidak meluas seperti yang terjadi di pasar Klewer. Walaupun begitu, ACBI sebagai gerakan sosial yang diinisiasi oleh para mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) beserta elemen mahasiswa seperti BEM FISIP UNS, IMAKA dan Formadiska mengajak semua masyarakat Solo dan Karanganyar untuk memberikan kepedulian berupa doa agar musibah serupa tidak terulang. Selain itu, ACBI juga mendukung pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk segera memperbaiki kios dan lapak yang terbakar agar para pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan, dapat beraktivitas kembali dengan lega. Salam Aksi Cinta Budaya Indonesia!!

Fadilla Ayuningtyas, Koordinator Aksi 08998931359