IMG_9997Jum’at 24 Mei 2013 laskar Baktinusa (Beasiswa Aktivis Nusantara) angkatan dua dan tiga cluster UNS kembali mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan yang dilaksanakan di Aula Biro Kemahasiswaan UNS tersebut beragendakan pembahasan mengenai konsep teknis gerakan sosial ACBI (Aku Cinta Budaya Indonesia). Pukul 15.30 masing-masing penerima manfaat Baktinusa silih ganti berdatangan. Hari itu hadir mas Krisna selaku fasilitator, laskar Baktinusa angkatan dua (mbak Evi, mas Agus, mas Dika) dan laskar Baktinusa angkatan tiga (Siswandi, Putra, Adi, Yoga, Mbak Rofi’ul, Erma, Woro, dan Titis). Dwi Prasetya selaku koordinator berhalangan hadir dikarenakan harus melakukan presentasi Program Hibah Bina Desanya ke Dikti di Jakarta dan Putra Pamungkas yang sedang menuntut ilmu ke bumi etam. Pada saat menunggu teman-teman yang masih dalam perjalanan menuju tempat pertemuan terjadilah sebuah diskusi menarik dengan mbak Evi mengenai sebuah desa dengan mayoritas penduduk memiliki keturunan retardasi mental di daerah Ponorogo, Jawa Timur dan diskusi mengenai beberapa gangguan perkembangan psikologis (special needs).

Tepat pukul 16.15 diskusi mengenai ACBI dimulai. Diskusi berlangsung seru karena banyak muncul ide-ide kreatif mengenai konsep teknis ACBI khususnya dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Kami membahas mengenai target dan sasaran gerakan sosial ACBI serta beberapa pihak yang potensial untuk disinergikan dalam gerakan sosial pun disebut satu per satu mulai dari FAS (Forum Anak Surakarta), Komunitas Permainan Tradisional, maupun beberapa dosen yang mumpuni di bidang budaya sebagai teman diskusi teman-teman Baktinusa dalam ACBI ke depannya. Banyak mimpi besar pula yang kemudian juga terajut dalam diskusi-diskusi kami.

Pukul 18.00 diskusi di pending sejenak untuk solat magrib kemudian dilanjutkan di tempat makan. Beberapa teman-teman memilih untuk izin pulang dikarenakan ada agenda yang lain yang sudah direncanakan. Di tempat makan lagi-lagi terjadi diskusi dengan beragam topik yang dimunculkan. Mulai dari sistem pendidikan di Jepang, orang-orang difabel yang hebat dan menginspirasi hingga sampai pada akhir pertemuan dengan sebuah kesimpulan untuk melanjutkan pertemuan mengenai gerakan sosial ACBI minggu depan, tepatnya jumat tanggal 31 Mei 2013.

Semoga semangat kebermanfaatan negarawan muda terus menyala dari sini, Solo the spirit of Indonesia. Hidup Mahasiswa!