Kongres Negarawan Muda Indonesia

Official Logo Dua DekadeBisa jadi ini merupakan kongres negarawan muda pertama di Indonesia pada masa reformasi. Kenapa? Karena penulis berpikir bahwa sangat jarang perkumpulan pemuda dari seluruh dunia dari berbagai kalangan pendidikan dan keahlian berkumpul menjadi satu demi membicarakan kondisi Indonesia dan langkah ke depan. Alasan lain karena sangat jarang pemuda yang berniat mengubah Indonesia dengan dobrakan-dobrakan baru. Kebanyakan yang kita lihat di sekitar adalah pemuda yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap pemerintah dan sistem politik saat ini tanpa solusi, gagasan, dan sinergitas aksi dengan yang lain.

Okee, tak seperti hari sebelumnya dimana kami (baca: negarawan muda Indonesia) dimanjakan dengan pelayanan dari panitia. Hari Senin, 26 Agustus 2013 menjadi hari penuh keringat. Awalnya kami dijadwalkan mandi jam 02.30, kemudian makan jam 03.30, dan berangkat pada pukul 04.00 WIB. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menghindari macet di Jakarta, ibu kota negara kita ^_^a. Sampai di kementrian kehutaman RI pukul 06.00 WIB kita aktivis melihat peserta Etos membakar pagi hari dengan jargon dan yel-yel mereka di lapangan kementrian kehutanan. Lumayaan daripada nganggur.

Pukul 07.15 kami masuk ke dalam auditorium. Setelah gladi resik sebentar, akhirnya pembicara-pembicara (tokoh-tokoh Indonesia) bermunculan masuk di barisan depan bangku kami. Dari Ketua Mahkamah Konstitusi kemaren Prof.Mahfud MD, Tokoh pemuda Hanta Yudha, Tokoh kalangan budayawan Ahmad Fuadi, Tokoh konglomerat Hendy Setiono, Tokoh Daerah Akhmad Basyir Walikota Pekalongan, Tokoh Diaspora Indonesia Agri Sumara, ada juga presenter Republik Impian …. jelas kecerdasan dan kepiawaian dalam berbicara tidak diragukan lagi. Ya, kami dibuat kagum dengan alur bicara mereka. Pantas mereka menjadi orang-orang atas di negara ini. Tapi kog masih aja Indonesia belum tuntas-tuntas masalahnya yaa? Malah seolah masalah bangsa semakin dibuat runyam oleh tokoh-tokoh negara saat ini? Tau lah

Terlepas dari masalah-masalah negara, acara deklarasi ini sungguh membuat saya takjub. Terasa semangat para negarawan muda se Indonesia Raya. Salah satu nya ialah jargon yang saling dilontarkan ^_^b. Oke, pertama-tama acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indoesia Raya. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Presiden Dompet Dhuafa Bapak Akhmad Junaedi. Baju putih rapi sungguh pas beliau kenakan untuk menunjukkan keserhanaan yang beliau miliki.

Baru mari kita mulai Deklarasi Negarawan Muda Indonesia. Pertama X para pemirsa, smoga ke depan membawa hasil luar biasa. Yup, terjadi di Gedung Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta. 26 Agustus 2013.

Deklarasi Negarawan Muda Indonesia

“Negarawan Muda Indonesia bertekad melanjutkan amanah pendiri bangsa dalam merawat Indonesia

Negarawan Muda Indonesia bertekad untuk menghidupkan integritas dalam membangun jiwa kepemimpinan pemuda

Negarawan Muda Indonesia bertekad untuk tetap berkhidmat pada kepentingan rakyat, bangsa, dan Negara”

Yap, seperti itulah bunyi-nya. Ngeri. Walau bagaimanapun itu sudah terucap. Artinya sudah menjadi kewajiban para pemuda-pemuda yang telah mengucapkan nya. Berat sepertinya, tapi bisa Insyaallah. Smoga Allah memberi petunjuk.

 Orasi Tokoh-tokoh Bangsa

Diawali oleh Tokoh Budayawan Achmad Fuadi. Jelas dari kostum batik, potongan rambut, cara ngomong kelihatan khasnya deh. Dia seorang budayawan. Walau beliau sempat berujar, saya belum pantas menjadi budayawan karena baru menulis beberapa buku saja. Yang penting, di sini quotes penting dari materi yang beliau sampaikan adalah: Menulis lah, karena dengan itu pengaruhmu tidak mudah sirna dan lebih luas. Ya karena dengan menulis, ide gagasan, saran, kritik, pengaruh kita gak berhenti begitu saja seperti ketika kita debat atau diskusi, tetapi selama lembaran-lembaran itu masih ada, bisa mempengaruhi orang banyak dan lebih lama.

Kedua, dilanjutkan oleh Profesor Mahfud MD. Dapat terlihat bahwa mantan Ketua MK ini padat jadwal, karena datang paling akhir, pulang paling duluan. ^_^b oke smoga barokah waktu nya. Ujar Prof Mahfud, pemimpin negara masa depan perlu mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan kelompok atau politik jangka pendek. Setuju deh

Rileks dulu yaa. Sekarang kami diajak untuk belajar bisnis dari Bapak Hendy Setiono. Perawakan besar dan bersahaja, sudah menggambarkan kemakmuran hidupnya. Di sini kami negarawan muda mendapat poin penting bahwa semua bisa menjadi pebisnis. Ada tips dari beliau: belajarlah dari Iron Man (bikin sesuatu yang berbeda, jangan takut, teamwork, terus belajar dan berubah, innovasi, dan nikmati hidup). Kece abis materinya #joz

Berlanjut dengan statement bahwa Indonesia bukan negara yang gagal tetapi belum berdaya sempurna. Maka ujar Hanta Yuda, mari tetap mengkritisi Indonesia saat ini dengan tetap optimis demi kebangkitan Indonesia di masa depan. Suntikan motivasi itu bak adrenalin buat para negarawan.

Oke diakhiri dengan kehidupan langsung dari dokter umum yang mengabdikan diri untuk daerah nya. Menjadi walikota Pekalongan, bukan lah keinginannya. Sesuai dengan moto hidup beliau “tidak ada usaha sekecil apa pun yang tiada artinya”. Toh juga gak ada calon walikota lain waktu pemilihan keduanya sebagai calon waktu itu. Haaaha, guud. Sukses Bapak ^_^b

Hmm, semua rangkaian acara selesai. Tapi waktu itu juga lahir negarawan Muda Indonesia. Mungkin aja deklarasi itu belum punya efek saat ini atau satu tahun ke depan. Akan tetapi Insyaallah bisa membawa perubahan untuk Indonesia diwaktu yang tepat. Karena hari ini juga merupakan bentuk cerminan buram masa depan. Dan masa depan suatu bangsa dapat dilihat melalui kondisi pemudanya hari ini. Mereka semangat, apa adanya, bervisi, dan sedang berproses menjadi berkarakter unggul dan pemimpin berintegritas. Semangat mereka bisa deh tertular ke warga-warga negara ini. Karena mereka yang indah dan hebat tidak perlu mempropagandakan kehebatan dirinya, dengan sendirinya kehebatannya itu tersebar di sekelilingnya. Seperti bunga mawar yang harum tak pernah memamerkan semerbak wangi nya, tapi dengan sendirinya harum bunga itu membawa keharuman buat sekitarnya. @adisaptras