Mahasiswa merupakan agen perubahan, dan di tangan mahasiswalah kelangsungan dan kemajuan bangsa Indonesia dipegang. Banyak pilihan ketika menjadi mahasiswa, apakah menjadi mahasiswa biasa atau mahasiswa luar biasa. Jika memilih menjadi mahasiswa biasa maka cukup dengan kegiatan 3K (Kos, Kampus dan Kantin). Namun jika berniat menjadi mahasiswa luar biasa tentulah akan ada banyak aktivitas yang dijalani untuk mengembangkan diri.

Berbagai macam kegiatan ini bisa disesuaikan dengan bakat dan minatnya. Salah satunya dengan menjadi seorang aktivis di sebuah organisasi atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Banyak manfaat lain yang bisa didapatkan ketika menjadi seorang aktivis. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan semacam ini akan lebih terasah kemampuan soft skill-nya. Dia juga bisa menjadikannya modal untuk memasuki dunia kerja.

Beruntung, kini ada beasiswa yang khusus ditujukan bagi aktivis. Beasiswa ini dinamakan dengan Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa). Beasiswa ini diberikan oleh Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa. Beasiswa aktivis ini ada untuk melahirkan pemimpin masa depan yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan terus berupaya untuk berkontribusi memberi solusi bagi kompleksnya problematika bangsa.

Selain itu, diharapkan aktivis mahasiswa yang terpilih di setiap kampus mampu menjadi gardu inspirasi dan menjadi garda depan kontribusi baik dalam gerakan intelektual maupun project social riil terjun ke masyarakat. “Kami adalah sekumpulan pemuda yang dihimpun bersama pemuda-pemuda lain di Indonesia untuk berkhidmat menjadi mahasiswa yang terus belajar dan mencoba berbagi agar memberi manfaat kepada sekitarnya,” ungkap Faryska Nur Ichsanudin selaku Koordinator Bakti Nusa Kluster Universitas Sebelas Maret (UNS), belum lama ini.

UNS terpilih dari tujuh kampus terpilih di seluruh Indonesia selain Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bogor (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk dapat mendelegasikan aktivis-aktivis mahasiswanya sebagai penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara angkatan ke-II.

Temu Rutin
Tercatat delapan orang aktivis mahasiswa UNS dengan asal fakultas dan latar belakang berbeda mendapatkan amanah untuk menjalankan kepercayaan ini. Pada angkatan ke-III sebanyak 10 mahasiswa UNS terpilih dalam beasiswa ini, sehingga total Bakti Nusa UNS berjumlah 18 orang. “Angkatan saya ada delapan orang mahasiswa dan angkatan selanjutnya ada 10 orang mahasiswa,” lanjut Ichsan sapaan akrab Faryska Nur Ichsanudin.

Mulai April 2012, kegiatan Bakti Nusa UNS mulai berjalan diawali dengan Temu Nasional penerima beasiswa aktivis di Kaliurang Yogyakarta tanggal 29-31 April 2012 lalu. Agenda berlanjut dengan upgrading dan penempaan skill serta wawasan bagi para aktivis. Agenda Bakti Nusa UNS lainnya adalah temu rutin setiap pekan, selain diskusi dan sharing, juga merumuskan tentang agenda sosial yang akan dijalankan. “Kita bertemu sepekan sekali di Perpustakaan Pusat UNS setiap Jumat,” jelas mahasiswa Fakultas Pertanian ini.
Rahayu Astrini

Sumber : www.joglosemar.co