Bertempat di Plasa Sriwedari, puluhan mahasiswa dengan almamater yang berbeda duduk bersila mendengarkan orasiEpilog Budaya dari Budayawan Solo Indrawan Yepe, Selasa (30/4). Mahasiswa yang berjumlah 70-an orang ini merupakan aktivis mahasiswa yang mendapatkan Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) dari Beastudi Dompet Dhuafa. Beasiswa yang ditujukan untuk aktivis mahasiswa ini, tersebar untuk tujuh perguruan tinggi di Indonesia, yakni di UNS, Unpad, Unsri, ITB, IPB, UI, dan UGM.

J

Usai mendengarkan Epilog Budaya, acara masih dilanjutkan dengan wujud deklarasi Gerakan Cinta Budaya Indonesia dengan membubuhkan tanda tangan mereka ke banner. Aksi penandatanganan ini sebagai pernyataan atas dukungan terhadap Aksi Cinta Budaya Indonesia oleh para peserta.

Setelah itu, mereka pun melanjutkan acara ke Museum Radya Pustaka. Acara tersebut merupakan penutupan serangkaian acara yang terkemas dalam kegiatan Temu Nasional Bakti Nusa Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa 2013 yang mengusung tema Negarawan Muda untuk Indonesia Berbudaya.

“Ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Bakti Nusa untuk mendukung pelestarian budaya Indonesia,” ungkap Yuli Ardika Prihatama selaku koordinator acara Epilog Budaya dan Deklarasi Cinta Budaya Indonesia.

Dijelaskan oleh Yuli, bahwa kegiatan ini merupakan acara yang ketiga kalinya digelar setelah sebelumnya di Jakarta dan Yogyakarta. Acara dimulai Jumat sore dengan diskusi di Taman Budaya Jawa Tengah dilanjutkan melihat Wayang Orang Sriwedari. Kemudian pada Sabtu dilaksanakan seminar nasional dan hari selanjutnya mereka mendapat pembekalan di Tawangmangu.

“Bahkan sebelumnya, kita sempat home stay di rumah warga di Pancot Kalisoro. Itu diadakan agar kita belajar berbaur dengan masyarakat mengenal budaya masyarakat,” jelas Yuli.

Sementara itu, Fachri Tanjung selaku Manajer Beasiswa Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa beasiswa Bakti Nusa merupakan investasi untuk membentuk sumber daya manusia. Mahasiswa tidak hanya dituntut dengan nilai yang bagus tapi juga harus memiliki kepemimpinan yang bagus. “Penerima beasiswa ini selain harus berkontribusi untuk mereka sendiri juga harus bisa berkontribusi untuk masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. Rahayu Astrini

Sumber : www.joglosemar.co