Rabu ( 08 / 1 / 2014 ) Merupakan hari di mana diriku mempunyai seabrek agenda yang mungkin perlu skala prioritas untuk mengikuti dari Rapat BPH KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS, Rapat dengan temen – temen ku yang lain ,dll. Maka untuk pertama kali aku lebih memilih agenda rapat BPH KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS karena aku memang kangen dengan kawan – kawan ku di KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS. Banyak keceriaan yang aku temukan di sana dan diakhir di sampaikan bahwa nanti siang teman – teman KAMMI mau silahturahmi ke Rumah Mbak Fitri dan aku baru ingat kalau ada tugas dari BAKTI NUSA untuk silahturahmi ke tokoh. Maka, aku putuskan untuk ikut saja dan aku batalkan agenda siang yang sebenarnya sudah aku rencanakan.

fitri kammiSetelah menunggu agak lumayan lama, akhirnya Setelah Sholat Dhuhur, aku makan siang, kemudian sekitar jam 1nan  menuju ke Sekre KAMMI untuk berkumpul menuju ke rumah mbak fitri.setelah menunggu  teman – teman yang lain sekitar 30 menit-an, maka Kami langsung menuju ke Rumah mbak fitri di mojosongo dengan menggunakan sepeda motor sampai di sana sekitar 20 menit-anSetelah sampai di sana, Kami di sambut dengan hangat oleh Mbak fitri dan keluarga. Di sana kami di bawa ke ruangan lantai 2 yang biasa di gunakan oleh mbak fitri buat ngajar anak – anak sekitar rumah beliau.

Sebelum cerita banyak tentang mbak fitri, maka sedikit di sini saya sampaikan tentang beliau dulu geh

Mbak Fitri Nugrahaningrum beliau adalah Lulusan S1 FKIP PAUD dan S2 Pemberdayaan Masyarakat UNS. Beliau walaupun tidak bisa melihat indahnya dunia ini  sejak masuk bangku SMA karena sebuah penyakit yang saya sendiri lupa namanya. Tapi hal itu tidaklah menyusutkan semangat beliau, berawal dari kejadiaan ketika beliau SMA. Beliau ketika pulang sekolah mau menyebrang karena tidak tahu bahwa ada mobil yang mau melintas di depan beliau. Beliau hampir tertabrak mobil dan Alhamdulillah di selamatkam oleh anak jalanan. Kemudian, di sana beliau merasa miris sekali mendengar cerita dari anak – anak jalanan yang tingkah lakunya suka mencuri spare part mobil di toko – toko agar mereka bisa bersekolah lagi. Kemudian mbak fitri menemukan sebuah ide untuk mendirikan sebuah Yayasan pendidikan di rumah beliau yang bernama Al Fitra yang berdiri sampai saat ini yang berbuka bagi semua kalangan baik anak jalanan, ibu – ibu ,dll saat ini terhitung sampai 500-an binaan yang beliau ampu.

Ketika beliau menikah dengan putra daerah NTB, Mas Ahmad Zaky. Beliau akhirnya harus mengikuti suaminya untuk ke Lombok Timur, NTB. Beliau membuka lagi sebuah yayasan yang bernama SAMARA ( Satelit Masa Depan Negara ). Di sana beliau memiliki sekitar 500 an binaan yang tersebar di seantoro wilayah Lombok, NTB. Terakhir beliau pernah masuk Kick Andy & mendapatkan penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan

Oke lanjut menuju obrolan saja. Di sana banyak inspirasi yang di dapatkan

Beliau menyampaikan bahwa “saya ini sebenarnya tidak buta dhek, karena buta menurut saya adalah ketika tidak paham sama sekali atau tidak terbekali ilmu pengetahuan”.

“ Setiap orang itu wajib memanfaatkan waktu yang di miliki sebaik mungkin sebelum waktu itu di cabut oleh Allah dari kita, maka beramallah sebaik mungkin.”

“ Kalau berkontribusi untuk Indonesia, maka janganlah kita hanya mengeluh saja tapi berikan langkah nyata yang real untuk perubahan bangsa ini.”

“ kita ini aktivis dakwah, jangan sampai nikah membuat kita berhenti berdakwah bahkan di jadikan alasan. Dimanapun kita berada iya itulah lahan dakwah atau berkontribusi kita.”

Beliau juga menyampaikan bahwa kita sebagai aktivis dakwah itu punya PR sebenarnya di masyarakat, yaitu “ Kenapa Les bahasa inggris yang membayar mahal orang mau berbondong – bondong ikut, tetapi Tahsin atau les bahasa arab yang gratis itu sepi pendaftar?”

Kita pun menghela nafas dengan pertanyaan mbak fitri tersebut, kemudian beliau langsung memberikan sebuah jawaban “ Hanya satu dhek jawabannya “ Figur!”

Kemudian beliau menjelaskan dan mengkontekskan dengan anak – anak yang menjadi binaan beliau sekaligus ini sebagai langkah untuk membuat program bagi masyarakat,  ” Kita harus jadi kakak, saudara, teman bercerita bagi anak – anak yang kita didik. Kita ikuti dulu alur mereka tapi kita harus bisa memaga diri lho. Memang awalnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi memang awalnya harus begitu kita buat mereka nyaman dulu dengan kita setelah itu baru kita berikan dengan apa yang kita mau tapi secara pelan – pelan. Karena kita terkadang tidak tahu apa yang mereka butuhkan, padahal apa yang kita berikan belum tentu sesuai dengan apa yang mereka inginkan atau butuhkan. Iya memang seperti itu”

Beliau menyampaikan lagi, “ ilmu itu harus di sampaikan dengan hati, karena ilmu itu tidak bisa di sampaikan secara sembarangan. Selain itu, ilmu itu harus di sampaikan dengan metode yang sesuai dengan  obyek yang kita tuju. Tanamkan rasa saling memiliki terhadap program”

Beliau menyampaikan lagi  Bahwa ketika kita terjun dalam masyarakat itu jangan takut dan menyerah apabila ada fitnah yang menghinggapi kita, karena di fitnah itu biasa. Kalau gak mau di fitnah iya jangan terjun di masyarakat. Fitnah itu cambuk. Dalam menjalankan program musuh utama kita adalah tokoh masyarakat yang sudah ada di sana. Karena mungkin dia tersaingi oleh kehadiran kita, maka kita harus pandai – pandai mengkomunikasikan dan lobby pada tokoh tersebut.

Beliau menyampaikan lagi kita tidak boleh hanya membentuk figur kita saja, tapi harus menfigurkan orang lain juga sebagai sarana kaderisasi untuk keberlangsungan program tersebut, yaitu hadirkan dan perankan orang lain dalam program itu. ( beliau bercerita seperti orang FKIP awal melakukan PPL ketika masuk kelas ).

Terakhir, beliau bercerita – cerita tentang Lombok,NTB baik kondisi masyarakat, lingkungan,dll.

Kemudian, kita pamit dan kembali ke aktivitas masing – masing.