171588Siang yang terik mengubah mendung menghiasi lingkungan Pasar Legi Surakarta pada hari Rabu (29/1).Banner dan spanduk tentang Deklarasi “Ayo Kembali Belanja di Pasar Tradisional” yang diselenggarakan IKAPPI yang berpusat di Graha Wisata Surakarta. Para Warga Pasar Legi penasaran menunggu seorang tokoh nasional bak pahlawan yang akan menolong warga masyarakat dari segala permasalahan yang mereka hadapi saat ini.

Setelah ditunggu – tunggu begitu lama, akhirnya muncullah Irman Gusman yang kini masih merupakan Ketua DPD RI ini bersama dengan rombongannya, yaitu Pemkot Surakarta, Staff Ahli DPD, bahkan ternyata Poppy Dharsono, Anggota DPR RI 2009 – 2014 juga ikut yang pastinya juga dikawal oleh pihak Kepolisian.

Pak Irman datang langsung saja dia masuk ke dalam pasar menyambangi para pedagang pasar bersama Poppy Dharsono yang juga didampingi oleh media dan pejabat Pemkot serta tak ketinggalan pejabat Pasar Legi.

Selain mengajak para pedagang Pasar Legi untuk sedikit berbincang ternyata Irman Gusman juga membagikan Kalender yang bergambar dirinya yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden RI 2014 – 2019 dari Partai Demokrat.

Para pedagang berebut giliran dan merapikan dagangannya agar disambangi. Bahkan ketika penulis menanyakan kepada para pedagang ataupun warga Pasar Legi ternyata mereka mengira bahwa Irman Gusman itu adalah Menteri Perdagangan.

Statement dari Irman Gusman ketika ditanyai oleh wartawan, mengatakan, “Iya, Pasar Legi ini sudah bagus, tinggal ditata yang rapi dan kebersihannya dijaga dengan baik.”

Setelah itu Irman pergi dari pasar beserta rombongan dengan meninggalkan buku tentang dirinya yang dibagikan bersamaan dengan sedikit uang yang membuat para pedagang dan warga ribut berebutan. Ia melanjutkan agendanya untuk menghadiri “Deklarasi Ayo Kembali Belanja di Pasar Tradisional“ di Graha Wisma Surakarta yang menurut isu yang beredar beliau akan dinobatkan sebagai Duta Pasar Legi hanya karena kunjungannya tersebut.

Mungkin itu sedikit yang bisa saya paparkan tentang salah satu aktivitas pejabat negeri ini. Menggunakan jabatannya di lembaga negara untuk mengampanyekan dirinya agar bertahan di kursi birokrasi sejatinya bukan hal bijak yang patut dilakukan. Para rakyat ataupun dalam hal ini para pedagang pasar di jadikan obyek untuk kampanye dirinya.

Penulis : Febrian Indra Rukmana, Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP UNS Angkatan 2010