olo, 22 Februari 2014. Pukul 08.00 Aula Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) dipadati oleh 217 orang aktivis mahasiswa Se- UNS. Acara yang mengusung tema “Dari Kampus untuk Presiden Negarawan” ini terdiri dari beberapa agenda acara yang diselenggarakan oleh penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Dompet Dhuafa cluster UNS bekerja sama dengan BEM UNS. Agenda pertama adalah bedah buku Belajar Merawat Indonesia 3 “Presiden Negarawan”. Adapun, bedah buku Presiden Negarawan ini dilakukan bersama Priye GS (Budayawan), Prof. Dr. M. Furqon Hidayatulloh M.Pd. (Dekan FKIP UNS), Drs. H. Juliatmono, M.M. (Bupati Karanganyar), Romi Ardiansyah (General Manager Coorporating Secretary Dompet Dhuafa), dan Titis Sekti Wijayanti (Kontributor Buku Presiden Negarawan).

1932755_605077862912404_534856668_o

Agenda yang kedua adalah Deklarasi Cinta Budaya Indonesia yang melibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan. Penerima manfaat BAKTI NUSA UNS menjadikan acara ini sebagai momentum dari gerakan sosial yang mereka miliki yaitu Aksi Cinta Budaya Indonesia (ACBI) “Balik Pasar Tradisional”. ACBI merupakan gerakan yang berfokus dalam upaya mengembalikan lagi kecintaan khalayak kepada pasar tradisional. Utamanya dalam melakukan transaksi jual beli. Di kalangan mahasiswa gerakan social ACBI merangkul oragnisasi kemahasiswaan agar membeli jajanan di pasar. Adapun organisasi mahasiswa yang terlibat dalam deklarasi ini diantaranya : BEM UNS, SIM UNS, IAAS LC-UNS, BIRO AAI FISIP, LKI FISIP, Kastrat de Geneeskunde FK UNS, HIMAPSI FK UNS, KEI FE UNS, LSP FKIP UNS, KAMMI UNS, BEM FMIPA UNS, dan BEM FP UNS sekaligus di saksikan oleh para pembicara. Kemudian, agenda terakhir dalam rangkaian acara ini adalah sosialisasi Beasiswa Aktivis Nusantara Angkatan ke-4 dan carier plan yang dibawakan oleh Greget Kalla Buana S.E. dan Fahrur S. Psi.

Dalam sesi bedah buku, Romi Ardiansyah mengungkapkan bahwa melalui acara ini optimisme terhadap Indonesia itu akan lahir dan tumbuh. Akhirnya, kita memahami bahwa Belajar Merawat Indonesia sangat bias dilakuakn dari kampus lewat karya-karya dari anak bangsa yang terdidik tangguh lewat sekolah kehidupan bernama organisasi kemahasiswaan. Salam Negarawan Muda! Mari Berkarya, Menghebat bersama untuk Indonesia. (Titis Sekti Wijayanti)