Tim BA 5 UNS Raih Juara dalam LKTI Limlarts UNY

Tim BA 5 UNS Raih Juara dalam LKTI Limlarts UNY

IMG-20151220-WA0016

Pada hari Sabtu, 19 Desember 2015, Tim Bakti Nusa 5 UNS yang terdiri dari Fadhilla Ayuningtyas, Inayah Adi  Oktaviana dan Christina Indrawati mengikuti final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)  se-Jateng dan DIY.  Lomba yang bertema “Aku Cinta Budaya Indonesia” ini diselenggarakan oleh UKM Limlarts, FBS Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).  Tim BA 5 UNS mengangkat karya tulis yang tidak hanya sekedar gagasan semata, akan tetapi hasil implementasi gagasan pada Gerakan Sosial Bakti Nusa UNS yaitu  Aksi Cinta Budaya Indonesia (ACBI).

Karya ini didasari kegelisahan terhadap pasar tradisional yang merupakan ‘pahlawan’ bagi perekonomian Indonesia, namun kini mengalami kondisi mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyebutkan dalam waktu 4 tahun (periode 2007-2011) jumlah pasar tradisional di seluruh Indonesia turun drastis dari 13.540 pasar tradisional menjadi 9.950 pasar. Selain itu merebaknya pasar-pasar modern yang mulai menggeser eksistensi pasar tradisional.  Padahal pasar tradisional merupakan salah satu sarana untuk memperkuat sektor sosial melalui komunikasi positif dan interaksi sosial dalam kegiatan tukar menukar serta jual beli.  Maka dari itu upaya menjaga eksistensi nilai-nilai budaya pasar tradisional dianggap penting.

 

Karya tulis yang berjudul “Aksi Cinta Budaya Indonesia (ACBI) sebagai Upaya Menjaga Eksistensi Nilai-Nilai Budaya Pasar Tradisional di Surakarta”, memaparkan strategi ACBI dalam menjalankan program didasari 3 aspek yaitu nilai budaya, perilaku dan budaya fisik. Ketiga aspek tersebut diramu sebagai Rencana Strategis (Renstra) gerakan sosial ACBI, kemudian dijelaskan implementasi yang sudah dilaksanakan maupun direncanakan, dan didukung implikasinya yang telah dirasakan. Snack ACBI yang dijadikan tools utama gerakan sosial untuk menjalankan peran multiplayer effect turut memperkuat gagasan tersebut.

Sehingga setelah mempresentasikan karya selama 10 menit, kami mendapatkan pertanyaan, feedback dan saran serta apresiasi  cukup baik dari kedua dewan juri. Akhirnya tim BA 5 UNS atas nama gerakan sosial ACBI Bakti Nusa UNS sukses menyabet juara 2 dalam kompetisi tersebut, hanya dengan selisih 1 poin dari  juara 1 yang merupakan tim dari UNY sebagai tuan rumah perlombaan. 

IMG-20151220-WA0017

 

Menara Prestasi: Rian Mantasa Salve P., S.T

Menara Prestasi: Rian Mantasa Salve P., S.T

matassss fix

“Prestasi adalah bagaimana kita berterimakasih atas segala yang kita dapat dengan melipatgandakan kebermanfaatan, agar ada kita-kita-kita lainnya yang dapat menyebarluaskan kebaikan kepada orang lain”-Rian Mantasa

Rian Mantasa Salve Prastica adalah penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) UNS Angkatan 4. Pemuda kelahiran Pati, 17 Mei 1993 adalah lulusan Terbaik UNS 2015, sebab berhasil menjadi  wisudawan pertama yang berhasil mendapatkan IPK sempurna sejak UNS berdiri. Lulus dengan mengantongi ijazah berIPK 4.0 untuk mahasiswa Fakultas Teknik, merupakan pencapaian yang luar biasa. Namun ia memiliki definisi tersendiri terkait prestasi, menurutnya prestasi bukanlah ketika kita mendapatkan penghargaan atau kebanggaan kemudian kita menikmatinya sendiri.

Prestasi bukanlah ketika kita lulus dengan IPK 4,00 kemudian kita memamerkan ke seluruh mata dunia agar mereka tahu kehebatan kita. Prestasi bukanlah ketika kita dikenal banyak orang karena pencapaian gemilang kemudian kita lupa. Lupa bahwa tugas manusia adalah belajar dan mengajarkan. Lupa bahwa prestasi adalah amanah dari Allah. Lupa bahwa kita manusia lemah biasa. Lupa untuk mewariskan ilmu yang kita dapatkan. Karena pada akhirnya, kita bermula dan berakhir untuk Dzat yang abadi, Allah, Rabb Semesta Alam.”- Rian Mantasa.

Jurusan Teknik Sipil yang awalnya ia pilih karena ingin mengikut jejak ayahnya, ternyata membawa pemuda ini mendapat banyak prestasi. Beberapa diantaranya antara lain: Juara Harapan 1 LKTI Civil Week 2013, Juara 3 LKTI Desain Kawasan Navigasi Sungai Unhas Makassar 2013,  Top 10 LKTI Green Innovation Universitas Riau 2014,  Mawapres Terbaik Teknik Sipil UNS 2014, Runner Up Mapres Fakultas Teknik 2014,  Penyaji Makalah Terbaik Teknik Sipil Konsentrasi Hidrolika FT UNS,  Publikasi Nasional HATHI ke-32  tahun 2015, Publikasi Internasional ICRMCE tahun 2015.

Prestasi akademik pemuda ini pun luar biasa. Sejak semester 1, ia sering mengantongi nilai A. Hanya ada 4 mata kuliah dengan nilai B, dan semuanya diulangi agar mendapat nilai A. Ketekunan dan kegigihannya untuk senantiasa menjadi pembelajar, akhirnya membuahkan hasil terbaik. Sehingga tak heran jika ia disebut sebagai “The King of Asdos” karena  menjadi Asisten Dosen pada 14 mata kuliah.

Semua kesibukan akademik, tidak lantas membuatnya menjadi mahasiswa academic oriented. Sebab terbukti ia juga aktif dalam organisasi. Pemuda yang juga dijuluki ‘Sang Professor’ ini aktif di berbagai organisasi antara lain: Kepala DPPAK Biro AAI UNS 2015, Ketua Biro AAI FT UNS 2014, Kepala Bidang Sekertaris dan Bendahara Umum SKI FT UNS 2014, Dirjen RIPTEK BEM FT UNS 2013-2014, dan berbagai organisasi baik internal maupun eksternal lainnya.

“Hidup punya 2 pilihan,mengabaikan atau memanfaatkan amanah yang ia dapat untuk memberikan kebermanfaatan bagi orang lain.”-Rian Mantasa

Seluruh pengalaman organisasi, membesarkannya di Universitas Sebelas Maret sebagai seorang aktivis, hingga menjadi bagian dari keluarga besar Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa). Salah satu value yang selalu  didoktrinkan kepada seluruh penerima manfaat Bakti Nusa  adalah bagaimana setiap detik dan langkah perubahan yang kita lakukan memberikan kebermanfaatan  bagi orang banyak. Value Amanah senantiasa melekat pada dirinya, sehingga keberjalanan aktivitas berorganisasi dan aktivitas akademik menjadi harmonis. Dia menyadari bahwa value itu yang menjadikannya bisa mengemban amanah di rumpun FSLDK, AAI, BEM, hingga membesarkannya seperti saat ini.

“Ada jutaan alasan bagi seorang manusia untuk berhenti memberikan kebermanfaatan. Tetapi, bagi seorang manusia yang telah memiliki endapan visi hidup sejati dalam hidupnya, cukup satu alasan untuk bangkit kembali. Bangkit, ketika sudah tak banyak yang membersamainya. Bangkit, walaupun harus berjuang sendiri. Sudah tidak ada waktu lagi untuk mengeluh melihat banyak permasalahan di negeri ini. Kita hanya dihadapkan dengan satu pilihan : BERGERAK. Berkontribusi kepada bangsa ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Bergerak dan  biarkan hati kita menyentuh banyak hati lain yang memerlukan pertolongan.”-Rian Mantasa

Track record baik di bidang akademik maupun organisasi membuatnya diliput oleh berbagai media. Walaupun ada saja  persepsi-persepsi negatif beberapa orang yang memenuhi news feed. Itulah manusia, sebaik apapun pasti ada saja yang kurang menanggapinya negatif.

IMG-20151002-WA0010 IMG-20151003-WA0001  IMG-20151002-WA0011

Pernah phobia Islam, peraih IPK 4 UNS kini justru jadi aktivis Rohis (Brilio.net, 26 Agustus 2015)

Mahasiswa UNS Peraih IPK 4,0 Terinspirasi Ayahnya (Tempo.co, 1 September 2015)

Siapa Mahasiswa UNS yang lulus dengan IPK 4 (Tempo.co, 1 September 2015)

Rian, Peraih IPK Sempurna di UNS Pernah Dapat Nilai B (Tempo.co, 2 September 2015)

Inilah Rian Mantasa SP, Mahasiswa Fakultas Teknik UNS Peraih IPK 4,0 (Mediajurnal.com, 2 September 2015)

Lulus dengan IPK 4.0 Begini aktivitas Rian di UNS  (Tempo.co, 2 September 2015)

Lulus dengan IPK 4.0 Mahasiswa Teknik ini Mau ke Jerman (Tempo.co, 2 September 2015)

Ini Rian, Mahasiswa Teknik UNS yang Aktif Berorganisasi dan Raih IPK 4

Rian Mantasa ADK Ber-IPK Sempurna

Anak Lurah Lulus dengan IPK 4.0 dari Fakultas Teknik UNS

Rahasia Rian Lulus 4 Tahun dengan IPK 4

Luar Biasa Mahasiswa UNS ini Lulus

Dan berbagai media lainnya.

Berbagai liputan media tersebut tak lantas membuatnya sombong. Sebab ia sadar bahwa sejatinya manusia adalah makhluk yang tak luput dari kesalahan. Sepandai, sekaya, secerdas, serupawan, apapun itu, diri seseorang, ada tabir yang menutupi seluruh kehinaan dalam dirinya. Sehingga perbaikan diri secara kontinu merupakan upaya untuk  memberikan dampak kebermanfaatan yang lebih besar.

Inspirasi yang senantiasa ia bagikan tak pernah berhenti, bahkan disela-sela  sambutan wakil wisudawan pada Wisuda 5 Desember  2015 kemarin (Download disini).

Selamat mengakhiri perjalanan panjang sebagai Mahasiswa S-1 di almamater tercinta Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.. Terimakasih telah mengisi perjalanan panjang tersebut dengan karya, kontribusi dan prestasi yang menginspirasi banyak orang.

Putra Pamungkas, Dari Segudang Prestasi hingga Calon Doktor Termuda

Putra Pamungkas, Dari Segudang Prestasi hingga Calon Doktor Termuda

mas Putraa

Putra Pamungkas adalah salah satu penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) UNS Angkatan 3.  Sejak menjadi mahasiswa S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS, ia aktif di berbagai organisasi baik skala universitas, nasional maupun Internasional. Tak hanya itu, berbagai prestasi tingkat nasional juga ia peroleh. Sehingga tak heran jika ia menjadi salah satu  mahasiswa berprestasi UNS 2013.

Setelah lulus dari FEB UNS tahun 2014,  pemuda campuran darah Kalimantan dan Jawa ini  memperoleh beasiswa untuk melanjutkan Program Master 2 bidang Banking and Finance di Universite de Limoges, Perancis. Saat ini ia terpilih memperoleh beasiswa PhD dan menjadi peneliri di LAPE Research Center di Universite de Limoges. Prestasi ini yang membuat ia menjadi calon  doktor termuda Universitas de Limoges pada usianya yang baru 23 tahun.

Semoga berbagai prestasi dan kemudahan akan senantiasa mengiringi jalannya mencapai impian mulia yang pernah ia tuliskan, yakni menjadi ekonom kelas dunia yang pro rakyat untuk Indonesia Berdaya dan sadar potensi serta menjadi garda terdepan untuk menggerus gelombang globalisasi ekonomi tidak pro-rakyat dengan Ekonomi Robbani.

Artikel terkait:

Putra Pamungkas, Lulusan FEB UNS Jadi Calon Doktor Termuda Universite de Limoges

“Hidup Sekali, Jangan Merugi !”- Karya Muhammad Syukri

“Hidup Sekali, Jangan Merugi !”- Karya Muhammad Syukri

“Setinggi-tingginya prestasi adalah inspirasi yang terbagi melalui derap langkah, goresan pena, dan kebijaksanaan lisan.” 

 

Jika hidup itu bermakna, alangkah lebih baik jika jiwa dan raga kita benar-benar ‘hidup’ menjalani kehidupan ini. Sebab Hidup hanya sekali, jangan sampai kita menjadi manusia-manusia yang merugi. Ajakan dalam kebaikan dan inspirasi ditulis oleh Muhammad Syukri melalui buku “Hidup  Sekali, Jangan Merugi !”. Melalui buku ini, salah satu PM Bakti Nusa UNS Angkatan 4 ini menuliskan berbagai inspirasi tentang kehidupan untuk para pembaca. Semoga buku ini bisa menjadi salah satu koleksi literasi kita dengan banyak inspirasi yang terkandung di dalamnya. 12346433_1103489502995231_6206026632864672291_n (1)

Sosok yang terkenal dengan ajakan berbagi dan motivasi ini  tak lantas hanya ‘menjual’ buku ini. Melaui penawaran Exclusive Order, ia juga menawarkan ajakan untuk berbagi dengan sesama. Dimana dengan membeli melalui promo ini, pembaca tidak hanya akan mendapatkan buku, tapi pembaca  juga turut membantu membelikan sepasang kambing yang akan diberikan kepada anak-anak yatim binaan penulis sebagai investasi masa depan mereka. Karena sebagian keuntungan dr penjualan melalui promo ini, langsung dialokasikan untuk mereka.

Siap untuk mendapatkan inspirasi dan berbagi bahagia dengan anak-anak yatim di sekitar kita?
Pesan bukunya sekarang juga!
Cara order:
Ketik EO(spasi)Nama(spasi)Alamat lgkp dg mencantumkan kecamatan(spasi) jmlah buku yg dipesan, kirim ke 0856-4765-5445.

Semoga buku yang kata penulisnya bisa terselesaikan dengan laptop pinjaman ini bisa menginspirasi sebanyak mungkin pembaca.

Sukses selalu Muhammad Syukri…:)

Jejak Inspirasi Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Baktinusa) UNS

Jejak Inspirasi Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Baktinusa) UNS

Jika jejak manusia di bumi ini untuk memberikan kebermanfaatan bagi sesama, maka mungkin inspirasi adalah salah satu sarananya. Inspirasi adalah suatu hal yang tak selalu nampak namun selalu bisa memberikan dampak bagi orang-orang lain. Berikut ini adalah profil beberapa mahasiswa Universitas Sebelas Maret University. Mereka adalah penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTINUSA) Angkatan 4 dan 5. Seakan tak pernah menyerah dan berhenti untuk menapaki proses kehidupan untuk meraih mimpi. Akan tetapi mereka tak lantas menjadi orang yang egois terhadap dirinya sendiri, namun mereka selalu berupaya memberikan sebaik-baiknya kontribusi. Semoga inspirasi kalian  tetap terjaga yaa,,,, 🙂

PhotoGrid_1439564855448

Mahasiswa Kedokteran UNS Kembangkan Miracle

Mahasiswa Kedokteran UNS Kembangkan Miracle

SOLO – Tiga mahasiswa semester akhir Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengembangkan Miracle atau Mickroenkapsulasi Hidrogel Alginat Carciac Stem Cell. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Erma Malinda, Akhmad Miftahudin Fazri dan Ega Caesaria Pratama Putra.

A laboratory researcher

 “Miracle merupakan pengembangan inovasi di bidang pengobatan penyakit jantung atau Infark Miokad Akut (MIA),” jelas Erma didampingi Akhmad saat bertemu wartawan di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/9/2013).

Untuk mengembangkan Miracle, menurut Erma, memperoleh bimbingan dari pakar stem cell atau sel punca dr Indah Juliyanto SpKK (k) FADV dengan menggunakan darah tali pusat untuk pengobatan jantung.

”Kami mengembangkan penelitian dr Indah yang menggunakan darah tali pusat untuk pengobatan jantung. Kami teliti bagaimana upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan darah tali pusat yang diproses menjadi obat yang diinjeksikan ke penderita,” jelasnya.

Dengan diinjeksi, menurut Erma, sel punca akan memperbanyak diri dan bisa memperbaiki dinding pembuluh darah (endotel) dan otot jantung (miosit) pada penderita MIA.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa pembuatan Miracle hanya membutuhkan sekitar 2 cm tali pusat atau saluran yang menghubungkan antara bayi dan ibunya untuk setiap dosisnya. Selambatnya 36 jam dari proses persalinan, tali pusat tersebut harus segera dilarutkan dalam media cultur dan diproses lebih lanjut sehingga menjadi menyerupai serum injeksi.

“Untuk memaksimalkan proses injeksi supaya bisa sampai ke jantung, kami melakukan proses mikroenkapsulisasi atau pengkondisian supaya sel punca bisa hidup terus dan bisa meregenerasi organ jantung yang rusak pada penderita MIA,” jelasnya.

Selain itu, juga melakukan aktivasi sinyal parakrin yang ada dalam tubuh dengan menambahkan alga coklat, sehingga proses aktivasi sel punca meningkat hingga 9 kali lipat.

Dengan kedua cara tersebut, proses perbaikan endotel dan otot jantung penderita yang biasanya sudah mati atau rusak bisa dipercepat.

Sementara itu, hasil penelitian Erma, Akhmad dan Ega diapresiasi oleh Tim Juri Lomba Karya Ilmiah Nasional dalam rangka Scientific Project and Olympiad of Sriwijaya (Spora) di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

“Kami berhasil muncul menjadi juara pertama dalam lomba tersebut,” ujarnya.

Sumber : kampus.okezone.com