oleh Faryska Nur Ichsanudin

“Bahwa ketersediaan  pangan dan kemandirian dibidang pertanain bagi seluruh rakyat Indonesian sedemikian penting sehingga ini menjadi soal Hidup atau Mati bangsa ini”.

 Hal ini membuktikan pentingnya pertanian untuk negeri

(kutipan salah satu pidato bung Karno)

Alasan kenapa saya mencintai fakultas saya yakni fakultas pertanian “karena pertanian itu penting”, dan hal tersebut baru saya ketahuai baru-baru ini. Hal ini dikarenakan saya ibarat kata mulai memiliki nyawa dalam kuliah di fakultas pertanian pada semester lima. Di semester satu hingga empat saya masih ingin mendaftar polisi dan universitas lain. Dan kegagalan saya tersebut memaksa saya untuk fokus di dunia pertanian. Awalnya memang terpaksa namun dari situlah saya tahu pentingnya dunia pertanian bagi negeri ini.

Mengapa pertanian dirasa penting karena negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya yang tersebar luas di seluruh kawasan di Indonesia. Dan merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia. Artinya pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang hampir dari setengah perekonomian negara. Pertanian juga memiliki peran nyata sebagai penghasil devisa negara melalui ekspor.Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang terkenal dengan sebutan negara agraris yang berarti sebagian besar masyarakat Indonesia bermatapencaharian sebagai petani. Memang tak dapat dipungkiri, namun hal tersebut lah yang menjadi sumber mata pencaharian dari sekitar 60 % rakyat Indonesia. Selain dari pada itu, Indonesia juga terkenal dengan tanahnya yang subur sehingga di mana saja menanam tanaman bisa tumbuh dengan subur. yang kemudian menjadi salah satu sektor rill yang memiliki peran sangat nyata dalam membantu penghasilan devisa negara.

Potensi pertanian yang terhampar sangat luas dengan karakteristik-karakteristik iklim yang berbeda saat ini menjadi salah satu potensi yang masih belum dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh bangsa Indonesia. Potensi pertanian Indonesia dalam arti pengertian pertanian yang seluas-luasnya antara lain pertanian sawah, buah-buahan, sayuran, palawija, perkebunan, peternakan, perikanan air tawar dan laut, hutan, dan lain sebagainya, yang semua itu adalah potensi yang disadari oleh seluruh bangsa Indonesia.

Namun pandangan konvensional tentang  pertanian menganggap pertanian semata-mata hanya sebagai penghasil pangan, sandang, dan papan yang mudah diukur dan dapat  dipasarkan.  Namun dimensi yang lebih luas dari pertanian  yang  disebut juga sebagai  multifungsi pertanian belum banyak dikenal,  atau masih diabaikan berbagai kalangan. Adapun peran multifungsi pertanian adalah sebagai berikut: (1)  Penjaga ketahanan  pangan yang meliputi kecukupan pangan, distribusi pangan, dan keamanan pangan. Lahan sawah dan lahan kering  kita  mampu manyediakan 85% hingga  100% kebutuhan  beras`dalam negeri; (2)  Penyedia jasa lingkungan,  seperti mitigasi banjir, pengendali  erosi, pemeliharaan pasokan air tanah, penambat karbon dan gas rumah kaca, penyegar  dan penyejuk udara, mempertahankan keanekaragaman hayati, dan pendaur ulang limbah  organik; (3)  Penyedia lapangan kerja bagi sekitar 44 % angkatan kerja Indonesia; (4) Untuk mempertahankan nilai sosial budaya dan daya tarik pedesaan; dan (5) Penyangga kestabilan ekonomi dalam keadaan krisis dan penanggulangan kemiskinan.

Oleh karena itu, pemahaman masyarakat dan pemerintah terhadap multi-fungsi  pertanian sangatlah diperlukan agar pertanian mendapat perlakuan dan penghargaan yang  lebih layak sehingga lebih menjamin kelestarian usaha tani, mempertahankan kualitas  lingkungan, dan memelihara stabilitas sosial ekonomi.  Lebih-lebih dalam kondisi krisis  energi  seperti  sekarang ini sektor pertanian dituntut mampu berperan mengatasi kelangkaan energi pada masa mendatang. Terkusus kondisi perekonomian Indonesia yang selalu gempar dengan pemberitaan atau rencana kebijakan tentang kenaikan harga bahan bakar minyak. Pertanainan mampu memberikan solusia alternative bagi kondisi kritir energy ini dengan penerapan bioteknologi yakni  biofuel. sebuah aplikasi bioteknologi yang mengunakan bahan dasar dari tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar penganti bahan bakar fosil.

Pengembangan bioenergi merupakan pilihan yang tepat untuk dikembangkan, sehingga  dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang takterbarukan.  Solusi pengembangan bioenergi dipandang  sangat humanis karena di samping meningkatkan penyerapan tenaga kerja, baik untuk sektor pertanian maupun  industri hilir, akan meningkatkan pendapatan petani, serta perbaikan fungsi lingkungan dan pelestarian sumberdaya alam. Hal ini berarti akan meningkatkan kondisi sosial  ekonomi petani dan mengangkat harkat dan martabat petani. Nampaknya sejalan dengan  strategi pokok  revitalisasi pertanian,  yaitu  di samping  upaya  untuk mengurangi  kemiskinan  dan pengangguran, juga untuk  memberikan nilai tambah pada produk pertanian, mengembangankan usaha baru, mengembangkan agroindustri pedesaan, mengembangkan kesempatan kerja masyarakat dan kesempatan berusaha, serta mampu melestarikan lingkungan dan  sumberdaya alam

Adanya keunggulan pertanian berupa multifungsi yang bermanfaat besar bagi masyarakat sudah mulai diperhatikan dan diapresiasi, namun masih terbatas oleh kalangan tertentu seperti peneliti, ilmuwan, dan pengamat pertanian. Masyarakat luas, termasuk para petani, hanya baru mengenal beberapa fungsi pertanian sehingga penghargaan terhadap pertanian kurang sesuai dengan nilai pertanian yang sebenarnya. Oleh karena itu, masyarakat memandang konversi lahan pertanian sebagai suatu hal biasa, dan bukan sebagai proses hilangnya multifungsi pertanian. Lahan pertanian di Indonesia secara umum terus mengalami degradasi, yang berarti proses penurunan multifungsi pertanian pun terus terjadi. Upaya pemerintah dalam pengendalian degradasi lahan pertanian masih perlu ditingkatkan, sementara petani tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk mengatasi faktor-faktor penyebabnya secara efektif dan cepat. Strategi utama untuk mempertahankan multifungsi pertanian di Indonesia adalah: 1) meningkatkan citra pertanian dan masyarakat tani, 2) mengubah kebijakan produk pertanian harga murah, 3) meningkatkan apresiasi terhadap multifungsi pertanian, 4) meningkatkan upaya konservasi lahan pertanian, dan 5) operasionalisasi penetapan lahan pertanian abadi sesuai RPPK

Dan saya selaku mahasiswa fakultas pertanian sudah sepatutnya dapat memberikan sebuah kontribusi terhadap perubahan bangsa ini. Mengingat peran dan fungsi mahasiswa yang telah dijabarkan secara indah tidak bisa di tunda apalagi sampai ditinggalkan. Kenapa kita harus memberikan kontribusi kepada negara ini ? Karena kita lahir dari tanah air ini, kita besar oleh tanah air ini dan kita mati pun di tanah air ini. Kita dibesarkan oleh uang-uang negara yang berasal dari pajak-pajak masyarakat yang setiap tahunnya seorang mahasiswa mendapatkan minimal 6 juta rupiah persemester untuk membiayai kuliahnya di perguruan tinggi.

Banyak mahasiswa pertanian yang bertanya tentang apa yang bisa mereka berikan sebagai tanda kontribusinya kepada negara ini maka sangat ironis sekali bahwasannya insan-insan cendikia berintelektualitas tinggi di bidang pertanian tidak mengetahui peran dan kontribusi apa yang akan diberikan untuk kemajuan pertanian. Kontribusi mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian sering dipersepsikan dan hanya terbatas bahwa kontribusi yang bisa dilakukan hanya melalui aksi-aksi demonstrasi mengkritisi kebijakan pertanian yang cenderung merugikan petani. Padahal kontribusi-kontribusi lain yang dapat diberikan oleh seorang mahasiswa pertanian dengan kekayaan khasanah jiwa dan semangat pertaniannya sangat banyak, misalnya melalui pendampingan petani dalam program bina desa pertanian, training-training yang dilakukan melalui kelembagaan mahasiswa di tingkat perguruan tinggi, kampanye membangun image pertanian dan lain sebagainya.

Mengutip Program Departemen Pertanian yang tertuang dalam blue print Revitalisasi Pertanian adalah meningkatkan ketahanan pangan, pertanian berbasis agroindustri dan kesejaterahaan petani, maka peranan yang bisa diambil oleh mahasiswa bisa menyesuaikan dengan program pemerintah dalam hal ini Departemen Pertanian agar tercipta sinergisitas yang bersifat konstruktif. Langkah yang bisa dijalankan adalah seperti melakukan pendampingan petani yang menyeluruh, melakukan kegiatan yang membangun citra pertanian saat ini sangat menurun agar masyarakat tersadar akan pentingnya pertanian dengan segala potensi yang dimiliki oleh bangsa kita, melakukan advokasi terhadap kondisi petani dan buruh tani sebagai subjek pertanian secara langsung.

Memang awalnya sulit untuk merubah suatu keadaan. Namun jangan mudah menyerah, kita sebagai mahasiswa harus terus berjuang untuk kemajuan bangsa ini khusunya di bidang pertanian, Mahasiswa pertanian dituntut dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan pertanian yang sedang dihadapi bangsa dan negaranya dengan keluasan ilmu dan intelektualitasnya. Banggalah menjadi mahasiswa pertanian, wahai para calon petani berdasi, peternak berdasi, nelayan berdasi.. Mudah-mudahan peran mahasiswa kedepannya dapan memajukan Negara kita tercinta ini khususnya di bidang pertanian.

Saya mencintai negeri ini, saya ingin berkontribusi untuk negeri ini melalui disiplin ilmu yang saya geluti dan itu alasan saya mencintai fakultas saya, yakni fakultas pertanian

Bangkit pertanian Indonesia.!!!!!