Hancurnya sebuah Negara bukan karena banyaknya orang jahat yang ada di dalam Negara itu tetapi karena diamnya orang – orang baik.

 ( Napoleon Bonaporte )

Melihat kondisi negeri kita yang tercinta ini, maka rasanya ingin menangis hati ini. Indonesia yang melimpah ruah Sumber Daya Alamnya tetapi kita menjadi Negara miskin? Kenapa? Karena Semua Sumber Daya Alam yang kita miliki tidak dapat kita kelola sendiri, karena rendahnya Kualitas SDM Indonesia, Sehingga hal ini menjadi salah satu alasan kenapa pemerintah dengan mudahnya melakukan kerjasama dengan pihak asing yang jelas – jelas sangat merugikan rakyat Indonesia. Selain itu, kita melihat moral pemuda Indonesia saat ini yang sangat jauh dari nilai – nilai budaya Indonesia. Mereka telah terkena virus budaya luar yang mengakibatkan mereka latah akan budaya luar yang pemerintah selaku pemegang kekuasaan Negara ini tidak bisa meng-counter-nya dengan baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa kita mungkin secara fisik sudah merdeka sejak Tanggal 17 Agustus 1945 tetapi secara moral kita masih terjajah sampai saat ini.

Bakti Nusa

Dalam kacamata ilmu sosiologi, saya mengatakan hal ini wajar terjadi karena Negara kita saat ini sedang mengalami Era Postmodern, dimana saat ini kebebasan dan perspektif seseorang menjadi Tuhan bagi dirinya. Masyarakat Indonesia bergerak sesuai pola pikir yang ada di dalam dirinya. Dapat pula saya katakan bahwa Masyarakat kita telah dikuasai oleh pemikiran – pemikiran dan budaya barat atau bahasa gaulnya masyarakat menjadi Budak habitus bagi kaum barat.

Kemudian, melihat kondisi diatas, kita sebagai Mahasiswa yang /digadang – gadang akan menjadi Negarawan muda Indonesia yang berada di tingkat strata sosial masyarakat kelas menengah ke atas karena Mahasiswa adalah Kaum Intelektual muda akan diam saja??? Apakah kita akan menghancurkan negeri ini dengan Pragmatisme Individual kita??? Tentu bagi negarawan muda tidaklah mungkin akan menjawab “ YA” tetapi jawaban yang keluar pasti dengan lantang akan mengatakan “TIDAK”. Lalu apa yang bisa diperbuat???langkah pertama tentu kita akan membuat kegelisahan Individu menjadi kegelisahan kolektif untuk mengajak orang sekitar kita untuk sadar dan bergerak. Selanjutnya, kita sebagai mahasiswa yang pada hakekatnya berwawasan luas, Idealis, Visioner harusnya memiliki karakteristik tersebut, karena itulah Negarawan Muda Harapan Bangsa.

Bagaimana cara untuk kita memiliki semua karakteristik tersebut??? Tentulah kita akan menggali potensi dan belajar untuk terus mengembangkan kapasitas kita baik secara displin ilmu yang kita selami akan rangka mempersiapkan diri menjadi Seorang Negarawan Indonesia karena pemuda adalah orang – orang yang mempersiapkan diri untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsanya.

Apakah cukup sampai di sini saja Seorang Negarawan Indonesia??? Tentu tidak. Seorang Negarawan Indonesia dalam menghadapi kondisi lingkungan seperti ini harusnya memiliki tingkat Intelektualitas yang tinggi tetapi harus diimbangi oleh sebuah nilai – nilai keagamaan yang tertanam dalam hatinya. Tidak dipungkiri bahwa hati adalah penentu semua langkah seorang manusia. Kalau sedikit meminjam istilah dari Antonio Gramsci, Negarawan Muda Indonesia adalah Seorang Intelektual Organik atau dalam gaulnya Intelektual Profetik. Karena pribadi seperti inilah yang akan menjadi Negarawan sekaligus pemimpin dambaan rakyat Indonesia. Apabila hal – hal ini dapat dilaksanakan dengan baik dan secara sadar oleh semua pemuda atau khususnya mahasiswa Indonesia, maka Mahasiswa dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai Iron Stock, Guardian of Value, aktor Social Control, Aktor Social Development dapat dilaksanakan sebagaimana yang di harapkan dan Indonesia menjadi Negara dalam Era Postmodernisme Bermartabat.

TUNJUKKAN AKSIMU DAN AMBIL PERAN DALAM MEMBANGUN NEGERI KITA YANG TERCINTA INI.

PEMUDA ADALAH TONGGAK KEBANGKITAN SEBUAH BANGSA ( Imam Asy- Syahid Hasan Al banna

Febrian Indra Rukmana

Sumber : www.eramadina.com