Sulis Suryandari (Akuntansi 2012 UNS)

Menjelang pemilu tahun 2014, wacana mengenai siapa calon presiden yang tepat memimpin Indonesia menjadi topik yang selalu menarik untuk dibicarakan. Sebagian masyarakat masih punya harapan bahwa pemilihan presiden mendatang akan membawa perubahan bagi mereka, namun sebagian yang lain sudah apatis, karena bagi sebagian mereka, pemilihan presiden hanya sekedar formalitas belaka yang tidak membawa perubahan apapun. Mereka telah lelah dengan berbagai janji yang disampaikan oleh para calon presiden saat kampanye, yang pada kenyataannya tidak dilaksanakan saat menjabat.

Tapi dibalik sikap apatis masyarakat tersebut, mereka tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa sosok pemimpin memang harus ada dan sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup mereka, ketiadaan pemimpin membuat masyarakat menjadi kacau, berseteru satu sama lain. Kehadiran seorang pemimpin amat diperlukan, untuk mempersatukan dan mengelola berbagai potensi konflik yang ada dalam bingkai kebersamaan, sehinga menjadi suatu kekuatan yang diperhitungkan.

Tetapi perlu diingat bahwa pemimpin yang Indonesia butuhkan saat ini bukan hanya seorang pemimpin yang sekedar memahami konsep kenegaraan saja, melainkan pemimpin yang memahami jati diri dan fitrah bangsa Indonesia yang majemuk. Indonesia butuh seorang negarawan, bukan hanya sekedar politisi yang paham akan cara berpolitik tapi tidak tau akan mereka bawa kemana Indonesia kedepannya.

“Seorang politisi berfikir untuk pemilu mendatang, sedangkan seorang negarawan berpikir tentang masa depan bangsa Indonesia”, begitulah gambaran siapakah itu negarawan yang sebenarnya.

Negarawan adalah orang yang rela berkorban secara tulus demi keutuhan dan kemajuan bangsanya, juga ikut serta secara aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Dia bukanlah orang yang menghitung-hitung untung rugi ketika tenaga dan pemikirannya dibutuhkan oleh negara. Dia juga bukan orang yang memilih untuk tutup mata saat kemiskinan dan ketidakadilan terjadi di hadapannya. Dia bukanlah sosok yang mementingkan kepentingan sesaat demi citra pribadi serta golongannya saja, tetapi sosok yang rela mengabdi untuk Negara dan senantiasa memikirkan generasi berikutnya.

Dengan demikian, seorang pemimpin negarawan akan dapat dilihat dari pandangan-pandangannya yang mempunyai komitmen tinggi terhadap kepentingan bangsa jauh ke depan. Sedangkan pemimpin politisi, akan dapat dilihat dari pandangan-pandangannya yang selalu terkesan mengedepankan kepentingan sesaat, yang lebih condong kepada kepentingan politik atau kelompoknya.