Yola Rosita Dewi (Agribisnis 2012 UNS)

Mendengar kata aktivis pasti akan muncul pikiran-pikiran super sibuk, super aktif, kritis dan semangat menggebu-gebu. Tidak sedikit yang menganggap mereka kurang kerjaan karena sampai rela mengorbankan peran utamanya untuk me­wujudkan cita-cita organisasi. Faktanya memang tidak sedikit mahasiswa yang baru mencoba memulai menjadi aktivis dan alhasil akademiknya menjadi menurun. Namun bagi mahasiswa yang tidak mau mengambil resiko untuk akademiknya, apakah harus cukup terdiam berkecimpung didunia akademiknya saja? Padahal untuk menghadapi dunia kerja mau tidak mau mereka harus menghadapi hal-hal yang tidak terduga dan hal tersebut bisa diperoleh dengan ambil bagian dalam suatu organisasi.

Menjadi aktivis keren adalah ketika mereka dapat melakukan tugas organisasinya dengan baik tanpa melalaikan peran-peran utama mereka lainya. Mahasiswa aktivis mempunyai kewajiban utama di bidang akademiknya karena mereka didelegasikan oleh orangtuanya menjadi mahasiswa untuk menuntut ilmu di bidang akademik khususnya. Jika ingin menjadi aktivis yang keren mau tidak mau mereka harus tetap memenuhi kewajibanya-kewajibanya. Mahasiswa tersebut harus mampu memenuhi  kewajibanya sebagai pelajar yang mau belajar dengan baik, memenuhi peran sebagai anak dengan tetap memprioritaskan dan tetap memberi kabar pada orangtua dalam kondisi apapun, peran sebagai bagian dari masyarakat dengan tidak apatis dan selalu bersosialisasi dengan masyarakat, sebagai makhluk Tuhanya dengan tetap selalu beribadah, serta peran sebagai mereka sebagai aktivis itu sendiri. Bagi aktivis baru hal-hal tersebut sering mereka lalaikan ketika mereka sudah asyik dengan kesibukan barunya. Oleh karena itu sebelum terlanjur lebih jauh ladi mahasiswa harus mempunyai komitmen yang baik dan benar untuk mengatur diri sendiri. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Perbaiki diri sendiri, tingkatkan semua potensi yang dimiliki
  2. Luruskan niat untuk menjadi aktivis (tidak hanya untuk eksistensi)
  3. Atur waktu yang dimiliki, jangan menunda-nunda pekerjaan
  4. Manfaatkan waktu luang untuk hal-hal yang positif
  5. Selalu perkaya pengetahuan-pengetahuan, baik pengetahuan umum maupun akademik
  6. Loyal dan total dalam berorganisasi
  7. Selalu berdoa setelah melakukan segala usahanya baik di bidang akademik maupun nonakademik

Mari kita upayakan menjadi aktivis yang kreatif, solutif dan positif