Lia Aristiyaningsih Saat ini sebagian besar orang sulit dipisahkan dari penggunaan kantong plastik. Selain mudah dibawa harganya pun relatif murah. Rata-rata pemakaian kantong plastik perorang di Indonesia adalah 700 lembar per tahun. Sampah kantong plastik di Indonesia mencapai 4000 ton per hari atau sama dengan 16 pesawat Boeing 747, sehingga sekitar 100 milyar kantong plastik terkonsumsi per tahunnya di Indonesia. Ppembuatan plastik pun menggunakan bahan bakar minyak dalam jumlah besar, bahkan mencapai 8 persen dari total produksi minyak dunia. Hingga saat ini penanganan sampah plastik belum menemui titik yang sempurna untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan bumi. Cara yang sering digunakan adalah dengan membakar sampah kantong plastik tersebut. Saat sampah dibakar, gas karbondioksida akan memacu timbulnya efek rumah kaca dan juga merusak lapisan bumi atau ozon serta dapat memicu sel kanker bagi kesehatan. Jumlah satu ton sampah plastik yang dibakar akan menghasilkan jumlah karbondioksida yang sama yakni 1 ton. Jika 1 ton sampah plastik itu dibiarkan tertimbun akan menghasilkan 63 m3 metana, dimana lebih berbahaya dari 1 ton karbondioksida yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah plastik. Metana sendiri mempunyai kekuatan merusak hingga 20-30 kali lebih besar daripada CO2. Gas metana berada di atmosfer dalam jangka waktu sekitar 7-10 tahun dan dapat meningkatkan suhu sekitar 1,3 derajat Celsius per tahun. Ternyata sampah yang selama ini kita anggap menimbulkan dampak pemanasan global adalah jika sampah yang tidak dibakar 100% secara benar. Sampah yang dibiarkan begitu saja juga menyumbang kontribusi dalam mempercepat pemanasan global. Sehingga diperlukan suatu solusi yang mampu mengurangi dampak tersebut salah satunya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik atau dengan kata lain diet kantong plastik.             Tote bag adalah tas yang termasuk dalam kategori tas terbuka, bentuknya simple tetapi praktis untuk digunakan. Jika memahami artinya tote berarti membawa dan bag yang berarti tas, sehingga tas ini sering digunakan untuk membawa barang yang cukup banyak.             TTM (Tote Bag Tematik) adalah inovasi tas ramah lingkungan dengan tema-tema yang dapat menambah pengetahuan bagi penggunanya misalnya tema fisika, biologi dan yang lainnya. Tas ini terbuat dari kain kanvas sehingga mudah dicuci dan dapat digunakan berkali-kali. Selain itu tas ini didesain sedemikian rupa sehingga bisa dilipat menjadi bentuk yang lebih kecil sehingga TTM mudah dibawa kemanapun. Dengan digunakannya TTM oleh masyarakat maka secara tidak langsung akan mengurangi penggunaan kantong plastik karena dengan menggunakan TTM maka masyarakat secara bertahap akan terbiasa untuk membawa barang dengan TTM sehingga secara perlahan-lahan masyarakat tidak lagi bergantung pada kantong plastik. Hal ini akan memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan karena selama ini kantong plastik menimbulkan berbagai dampak buruk seperti kerusakan ekosistem pada laut dan hutan. Jika setiap orang indonesia diet 1 kantong plastik maka dalam satu hari  akan berkurang lebih dari 100 juta kantong plastik. Hal yang mudah dilakukan tetapi berdampak besar bagi lingkungan.     Gambar TTM ( Tote Bag Tematik) 1 Cara Melipat TTM (Tote Bag )