Rina Siswanti (agroteknologi 2013 UNS)

Mendengar kata pasar tradisional tentu bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita. Bahkan mungkin dulu kita sering ke pasar tradisional bersama ibu. Namun masih kah saat ini kita mengunjungi pasar tradisional? Tentu jawabannya adalah” jarang”. Di era saat ini pembangunan sangat pesat, banyak bangunan-bangunan mewah. Bangunan-bangunan mewah itu salah satunya adalah pasar modern berupa mini market hingga supermarket, yang notabene tempat-tempat tersebut jauh lebih nyaman, lebih mewah dibandingkan dengan pasar tradisional. Apalagi pasar modern identik dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung dan yang pasti pasar tradisional lebih bersih sehingga tercipta suasana yang indah. Ditambah lagi dengan pembeli lebih leluasa dalam pemilihan barang-barang yang harus mereka beli, tanpa harus berdeak-desakan dengan banyak pembeli, ataupun tawar menawar dengan penjual. Keadaan demikian yang semakin membuat pasar tradisional menjadi semakin terpuruk.

Meskipun demikian sensasi berbelanja di pasar tradisional tetap saja tidakkalah dengan pasar modern. Menurut Arif Daryanto dari Institut Pertanian Bogor berpendapat ada tiga kekuatan yang melekat pada pasar tradisional. Pertama, suasana adanya tawar menawar harga antara pembeli dan penjual yang menyebabkan kedekatan hubungan antara kedua belah pihak. Sesuatu yang tak bakal didapat di pasar modern. Kedua, para pedagang tahu persis kebutuhan pelanggan akan barang yang akan dibelinya. Ketiga, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih menarik pada barang atau khusus yang tidak didapat di pasar modern. Sensasi-sensasi seperti inilah yang menjadi keunikan pasar tradisional. Harga di pasar tradisional juga lebih murah dibandingkan dengan pasar modern.

Faktor-faktor yang menyebakan pembeli saat ini enggan berkunjung di pasar tradisional adalah keadaan pasar tradisional yang jauh dari kata nyaman. Di pasar tradisional baik pedagang maupun pembeli  berjejal tidak teratur sehingga membuat kedaan di sekitar pasar menjadi sesak dan terasa panas. Ditambah lagi dengan kebersihan pasar yang bisa dikatakan minim, disana banyak sampah-sampah berceceran dan belum lagi keadaan pasar yang becek apalagi di musim penghujan. Bau menyengat tak sedap pun menambah keadaan  di pasar pasar tidak nyaman.

Melihat fakta-fakta yang ada diatas untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional dikalangan warga perlu diadakan perubahan mengenai pasar tradisional sehingga membuat keadaan lebih nyaman. Pertama, untuk mengatasi kebersihan adalah dengan menmpatkan tempat sampah di titik-titik tertentu, sehingga para pembuang sampah dapat mudah menjangkau. Kedua, pemerintah sebaiknya memperbaiki keadaan pasar, diperbaiki supaya layak untuk dijadikan sebagai sarana jual beli. Ketiga, seharusnya di pasar tradisional itu ditata secara rapi mengenai tempat-tempat para pedagang, diatur berdasarkan fungsinya, misalnya penjual buah ditempat kan menjadi satu, bersebelahan, sehingga tidak terlihat semrawut. Dan yang terakhir adalah yang paling penting yaitu pemerintah sebaiknya melakukan penyelidikan tiap bulan mengenai barang barabg yang dijual layak beli atau tidak.

Jika pemerintah telah baik dalam pengaturan pasar tradisional, tidak lupa pula pedagang harus merawatnya dengan baik, tertib peraturan, sehingga keadaan pasar menjadi lebih nyaman. Rasa nyaman itulah yang nantinya dapat membuat pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan pasar modern.