MUHAMMAD ANWAN BURHANI (Arsitektur UNS)

Pernah aku berfikir mengapa pada zaman Presiden Soekarno pulau Irian Barat sangat diperjuangkan? Namun sekarang terkucilkan. Ada yang salahkah pemimpin zaman sekarang? Apa potensi yang tersimpan di Irian Barat? Ah, pertanyaan itu sudah mengkristal. Bahkan ini bukan masalah Irian Barat saja melainkan Bangsa Indonesia.

Selimut biru masih menghiasi mimpi indahku merajut ambisi yang selaluterbawa dalam sunyinya keheningan malam. Bayang-bayang Indonesiaselalu ada dalam setiap malamku. Aku mencoba mendetailkannya, namun selalu saja menghilang seperti asap yang tertelan oleh langit.

Mimpi yang mengingatkanku tentang provinsi yang ada di Indonesia. Selama ini aku tak pernah sadar kalau tiga puluh dua provinsi berbatasan langsung dengan laut. Sudahlah, ini hanya batas provinsi yang tak pernah dilihat oleh pemerintah kecuali untuk pariwisata. Aku semakin masuk dalam mimpiku. Tidak, aku sendiri disini, semuanya lenyap tanpa jejak.

Pagi sunyi aku mencoba mengeruk informasi tentang Indonesia. Cita-cita Indonesia pada zaman President Soekarno adalah menjadi tokoh sentral untuk ASEAN. Tidak lepas dari irian barat yang terkenal kaya dengan pelikan-pelikan yang banyak ragamnya itu dengan luasnya kira-kira 388.000 km2 atau sama dengan 3 kali pulau Jawa, dengan penduduknya kurang lebih 2 juta.

Tak pernah aku menyangka Presiden Soekarno sudah membuat rancangan Indonesia. Desain jalan dibentuk lurus yang menuju pusat kota atau wilayah. Banyak patung yang didesain oleh sahabat Presiden Soekarno sebagai pengingat perjuangan dan pemacu semangat Indonesia. Pulau Kalimantan sudah didesain sebagai pulau komando pertahanan udara.

Biarkan semua harapan Presiden Soekarno lumpuh, lenyap dan tak berbekas dibenak garuda. Namun aku butuh kesulitan supaya aku menjadi kuat, aku juga butuh masalah supaya bertambah bijaksana. Mara bahaya akan mengajariku tentang keberanian. Indonesia jaya? Aku percaya itu karena aku diantara saudara yang selalu diberi tenaga untuk meraih kemakmuran.

Penggalian informasi ketika cakrawala merah mulai memudar. Aku tahu cita-cita Indonesia dan seberapa penting Irian Barat untuk Indonesia. Pidato president Soekarno dan rancangan kota di Indonesia cukup memberi penjelasan pertanyaanku dan membatuku merajut sebuah impian Garuda Terbang mencengkram dunia semakin kuat.