Muhammad Isa D. (Ilmu dan Teknologi Pangan 2011 UNS)

Di dalam diri mahasiswa sering kita mendengar kata “aktivis”, menurut sebagian mahasiswa aktivis sering diakitkan dengan aktif dalam berorganisasi, itu sudah dianggap aktivis atau orang beraksi dengan meneriakkan suara – suara, dengan pengeras suara dan ikat di kepalanya, namun apakah itu termasuk aktivis? apakah itu seorang pemikir aktivis? Hal itukah yang dilakukan aktivis? Mari kita merenungkan lagi sejarah perjuangan aktivis kita yang akan menjadi inspirasi bagi kita.

Zaman sebelum kita merdeka, dalam film yang berjudul Soe Hok Gie. Di dalam film tersebut kita sering menemukan ketidakadilan yang terjadi dalam bangsa Indonesia, beberapa masih terjadi sampai sekarang. Salah satunya adalah perdebatan antara mahasiswa yang sangat percaya akan pendapatnya, sehingga saling menimbulkan pergulatan di dalamnya, tidak hanya hal tersebut, ketidakadilan di masyarakat pun masih terjadi, saling membedakan antara miskin dan kaya, padahal hidup dan tinggal di Negara yang sama. Disisi lain itulah kita menemukan orang yang berjauang dan tidak mau menerima terhadap ketidakadilan yang terjadi di Negeri ini, dialah Soe Hok Gie, sosok yang sangat inspiratif yang masih melekat di mahasiswa dengan kalimatnya “lebih baik diasingkan, daripada menyerah dalam kemunafikan”, dengan kemampuan intelektualnya, berani, dan selalu oposisi, tidak puas akan ketidakadilan di Negeri ini, menurutku itulah aktivis yang sebenarnya.

Namun, apakah hal yang dilakukan oleh salah satu tokoh ini, masih dapat dilakukan oleh mahasiswa saat ini, kita sering melihat bahwa mahasiswa sekarang tidak terlalu mempedulikan hal itu, mereka menganggap hal tersebut tidaklah penting atau bermanfaat. Selain itu, jika dalam berorganisasi sebagian dari mereka hanya mengharapkan sertifikat atau perkembangan kompetensi dalam dirinya, dan melaksanakan program kerja yang dibuat, hanya untuk meningkatkan esensi dari organisasi tersebut. Apakah hal itu salah? Tentu saja tidak, setiap orang berhak mendapatkan apa yang diinginkan bila dia telah berada dalam berorganisasi, tanpa melanggar ketentuan di dalamnya. Namun yang paling penting dalam berorganisasi adalah kesadaran terhadap permasalahan bangsa yang tidak bisa adil sampai saat ini, hal itulah yang harus kita perjuangkan dengan ilmu yang dimiliki, keinginan yang kuat, serta harapan untuk mencapainya. Jika kita mau meperjuangkannya akan lahir gerakan – gerakan yang dapat menginspiratif lainnya, salah satu contohnya Indonesia Mengajar. Pemimpin adalah orang yang jika bertindak dapat menginspirasi oranglain untuk bermimpi, belajar, berbuat, dan berbuat sesuatu. Aktivis sejati harus memiliki modal intelektual yang kuat, karakter moral, dan keberanian, serta karakter aktivis itu adalah oposisi.