Sri Nuryani (Akuntansi 2012 UNS)

Tahun 2014, merupakan tahun politik bagi negara Indonesia. Ditahun ini akan dipilih pemimpin baru indonesia dan wakil rakyatnya. Baliho baliho sudah gagah terpasang di papan reklame. Spanduk terbentang  di pojokan perempatan jalan. Gambar gambar dengan berbagai model menarik perhatian masyarakat. Partai politik berlomba lomba mempromosikan para calegnya. Apa sih yang saat ini Indonesia harapkan?

Diawal tahun, bencana melanda di berbagai wilayah Indonesia. Komplit rasanya, mulai dari banjir, yang belum habis airnya sinabung meletus. Jangka waktu yang tidak lama kelud pun menyusul. Bagi beberapa pihak, hal ini dijadikan ladang kesempatan untuk berkampanye mencari dukungan. Masyarakat yang dalam keadaan keterbatasan bisa saja terpengaruh oleh iming iming kekuasaan mereka. Mereka kurang mengedepankan arti sesungguhnya kemanusiaan dan kepedulian.

Keadaan ini membuat bangsa ini berharap lahirnya jiwa jiwa negarawan untuk pembangunan negeri. Masyarakat merasa kecewa dengan pejabat pejabat negara. Entah siapa yang benar, siapa yang salah. Terlihat abu abu. Karena terlalu sering dikecewakan oleh pejabat yang tidak bertanggung jawab. Pemberitaan media tentang kasus yang hampir tiap hari ada di televisi, -korupsi- membuat kepercayaan masyarakat terhadap petinggi bangsa memudar. Sehingga diprediksi angka golput untuk pemilu tahun ini meningkat.

Melihat fenomena seperti itu, Indonesia membutuhkan sesosok yang benar benar peduli terhadap keadaan negeri ini secara menyeluruh. Mulai dari rakyatnya, sumber dayanya, alamnya, dan hal hal yg kecil sekalipun. Sesosok yang benar benar bahwa dirinya untuk Indonesia raya. Seorang negarawan yang akan mengangkat derajat bangsanya. Masyarakat mempunyai kepercayaan penuh terhadap seorang negarawan.

Banyak tokoh di negeri ini yang menjadi idola. Dia di pandang bisa menjadi pemimpin indonesia kedepannya. Dengan berbagai prestasi dan kebijakannya menyebabkan timbulnya opini masyarakat untuk menyerahkan kursi kepemimpinan padanya. Namun, untuk menjadi seorang pemimpin dinegeri ini tidaklah mudah. Dibutuhkan suatu kendaraan berupa partai politik untuk mencapai posisi pemimpin tersebut. Sayangnya, dinegeri ini banyak negarawan yang memiliki kepedulian tinggi namun enggan masuk ke dalam partai politik.

Negeri ini butuh seorang pemimpin negarawan yang melayani masyarakat sepenuh hati. Semaksimal mungkin apa yang dikerjakannya untuk kesejahteraan masyarakat. Kepedulian dan langkah nyata merupakan hal yang harus tertanam dalam jiwa negarawan. Sehingga masyarakat tidak merasa enggan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pemilu tahun ini.