Siti Aisyah (Pendidikan Ekonomi 2011 UNS)

Sahabat,,,masih ingat dengan lirik lagu slank? Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak tahu. Baiklah,,,mari kita baca sejenak lirik lagu slank berikut ini.

Kalau aku jadi raja minyak,,,,,Akan kujatahkan oliku,,,,Supaya mobil-mobil nggak bikin macet. Biar nggak ada perang rebutan minyak.

Kalau aku punya pabrik senjata,,,,Gue rubah jadi pabrik-pabrik tahu,,,,Supaya tentara nggak saling tembak,,,Dan dunia menjadi damai.

Kalau aku punya surat HPH,,,Akan kurobek-robek dan aku bakar,,,Supaya nggak ada ijin untuk membabat,,,Dan hutanku pun tetap lebat.

Kalau aku jadi Presiden,,,Tolong beritahu siapa yang curang,,,Supaya nggak ada lagi kebobolan,,,Dan rakyatku pun jadi tenang.

Mendengar lirik lagu tersebut membawa pikiran kita untuk “berandai-andai”. Menerawang jauh ke depan, andaikan aku menjadi seorang penguasa, maka ini yang aku lakukan. Sangat ironis tentunya, banyak tokoh-tokoh politik di negara kita yang memangku kekuasaan tinggi nan bermartabat, namun moralnya tak bertanggungjawab. Masih saja ada pihak-pihak yang terdzalimi, terutama rakyat miskin dan tidak berpendidikan. Sorotan utama pembahasan kali ini adalah “Andaikan aku Jadi Presiden”.

Andai aku jadi presiden,,, aku ingin menjadi sosok seperti Soekarno, Presiden pertama RI, bapak proklamasi, orator ulung, bertempramen meledak-ledak, tidak jarang lembut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru demi persatuan dan kesatuan serta kemerdekaan bangsanya. Berikut kata-kata bijak Soekarno yang penuh inspiratif “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.”

Andai aku jadi presiden,,, aku ingin menjadi sosok seperti Mahmoed Ahmadinejad, Seorang Presiden Iran, yang lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan setiap pendapatan minyak bumi. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat mahal kepada masjid-masjid dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan. Selama menjabat sebagai Presiden Iran, ia tinggal di rumahnya sendiri, tidak mengambil gajinya sebagai Presiden, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya. Sang presiden selalu membawa tas setiap hari yang berisikan sarapan roti isi yang disiapkan istrinya. Ia pula yang menolak kebijakan pesawat terbang kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat.

Andai aku jadi presiden,,, aku ingin menjadi sosok seperti Nelson Mandela, Presiden pertama Afrika Selatan. Pria yang begitu menentang pengelompokan ras manusia. Tiga puluh tahun Mandela dipenjara untuk memperjuangkan kesamaan hak dengan menghapus politik Apartheid.  Nelson Mandela dikenal sebagai sosok yang tidak mengenal rasa takut, pribadi yang sederhana, tekun, fokus, dan berani memperjuangkan kesetaraan. Sifatnya yang tegar dan berani dalam menegakan kemanusiaan di muka bumi menjadikannya sebagai salah satu dari para pemimpin terbaik di dunia.

Visiku “Andai Aku Jadi Presiden” yaitu seperti kalimat Soekarno:

Kita mendirikan satu Negara  “semua buat semua”,  bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara “semua buat semua”