Amin Marlinda Choiriasari (PGSD 2010 UNS)

Sebagai negara yang berdulat, Indonesia tentu juga menginginkan perekonomian yang mandiri. Keberlangsungan perekonomian Indonesia didukung dari berbagai segi kehidupan, salah satunya adalah dari keberadaan pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan pasar yang berisi penjual maupun pembeli yang umumnya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Barang yang dijual di pasar tradisional juga beragam dan akan lebih terasa “tradisional” ketika barang yang diperjual-belikan adalah hasil produk dalam negeri.

Keberadaan pasar di Indonesia sangat didukung dengan jumlah penduduk Indonesia. Sampai tahun 2014 ini saja penduduk Indonesia mencapai lebih dari 250.000.000 jiwa. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia merupakan pasar besar  untuk berlangsungnya roda perekonomian Indonesia. Di samping itu, Indonesia juga dikaruniai oleh sumber daya alam yang begitu beragam, sehingga dapat menjadi bahan baku murah yang banyak diminati masyarakat. Kedua potensi inilah yang kemudian dapat  membentuk pasar tradisional  menjadi salah satu ujung tombak perembangan perekonomian masyarakat Indonesia.

Peran pasar tradisional bagi ekonomi masyarakat dapat terlihat dari fungsinya sebagai tempat distribusi untuk menghubungkan produsen dan konsumen. Selain itu, jika dilihat pengusaha di pasar yang dapat mempekerjakan 3-5 orang, maka pasar ini dapat menjadi salah satu tempat mata pencaharian bagi masyarakat. Pasar tradisional telah menjadi salah satu sumber pendapatan wilayah dan memang dikelola oleh pengelola pasar yang merupakan pemerintah daerah/wilayah.

Akan tetapi,  keberadaan pasar modern seperti supermarket ataupun minimarket sedikit mengalihkan pandangan masyarakat Indonesia dari pasar tradisional. Letak pasar modern yang dibangun di kawasan lokal atau perumahan, harga yang cukup muruh murah, tersedianya barang kebutuhan sehari- hari dan lingkungan yang bersih membuat masyarakat lebih sering memilih pasar modern daripada pasar tradisional. Minat masyarakat yang tinggi untuk membeli barang di pasar tradisional (supermarket, swalayan dan minimarket) mengakibatan menjamurnya minimarket- minimarket di kawasan perumahan dan terjadinya persaingan yang tidak terkontrol antara pasar modern dan pasar tradisional

Sebenarnya, persaingan antara pasar tradisional maupun pasar modern dapat dikontrol jika  pemerintah juga secara tegas  mengatur jumlah pembangunan pasar modern di lingkungan perumahan, sehingga keberadaan pasar modern tidak “menutup” keberadaan pasar tradisional. Orientasi pengelola pasar terhadap kepuasan konsumen merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan untuk membangkitkan semangat untuk kembali kepada pasar tradisional. Kondisi pasar yang “memprihatinkan” perlu diubah dengan tatanan yang lebih teratur dan bersih agar konsumen dapat merasa nyaman ketika berbelanja.

Potensi kebangkitan pasar tradisional masih cukup besar untuk bersaing dengan pasar modern. Ketersediaan ragam barang kebutuhan masyarakat serta harga yang murah dan dapat ditawar merupakan salah satu aset daya tarik pasar tradisional, mengingat masyarakat Indonesia yang 86% merupakan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

Potensi ini juga tentu perlu didukung dengan adanya upaya promosi yang baik pula. Sebagai pengelola pasar tradisonal, pemerintah daerah dapat mengadakan acara semacam deklarasi pasar tradisonal untuk mengangkat kembali pasar tradisional dengan mempromosikan produk- produk unggulan pasar yang mungkin tidak dapat diperoleh di pasar modern. Peran pemerintah dalam mengelola pasar dan kesadaran masyarakat untuk kembali ke pasar tradisional merupakan hal penting dalam meningkatkan kembali perekonomian masyarakat Indonesia yang mandiri.