Dela Fahriana Havityaningtyas (Ilmu Komunikasi 2013 UNS)

Sebuah negara tentu membutuhkan seorang pemimpin, seperti juga Indonesia yang membutuhkan seorang presiden. Presiden itu turut andil dalam memengaruhi berkembang tidaknya suatu negara.  Ketika menjelang Pemilu (Pemilihan Umum), munculah sosok-sosok yang hadir di masyarakat menyatakan diri sebagai calon pemimpin negarawan, dengan membawa visi misi mereka untuk Indonesia. Lalu, sosok pemimpin seperti apakah yang ideal, yang bisa menjadi presiden negarawan untuk negara Indonesia ?

Pemimpin sendiri adalah pribadi yang mempunyai kecakapan dan kelebihan dari yang lain, sehingga dia mampu memengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai satu atau beberapa tujuan. Sosok pemimpin, misalnya presiden seharusnya juga dapat dijadikan panutan, panutan rakyatnya untuk menjadi lebih baik.

Ketika berbicara tentang pemimpin/presiden ideal untuk Indonesia, seorang yang negarawan sangatlah sesuai dengan negara Indonesia saat ini. Kenapa negarawan, karena di negara dengan wilayah yang sangat luas, masyarakat yang heterogen dengan segala kekayaan alamnya, pemimpin harus mampu tetap bersikap netral, bijak, dan berwibawa. Mampu menjalankan pemerintahanan secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan ke depan yang, dan mampu menciptakan solusi untuk mengatasi masalah negara.

Idealis, intelektual, dan integritas tinggi juga menjadi suatu hal yang patut dicari dalam diri sosok-sosok calon presiden. Dengan jiwa idealis, visi yang dibawa calon presiden untuk Indonesia akan dapat tercapai, karena seorang yang idealis cenderung tegas, bercita-cita tinggi dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang menurutnya negatif. Intelektual, presiden/pemimpin adalah pribadi dengan kecakapan dan kelebihan, maka dalam sosok calon presiden dibutuhkan kecerdasan dan wawasan yang luas, dengan hal itu, seorang calon presiden yang nantinya akan menjadi pemimpin tentu akan memiliki prestise di mata masyarakat, sehingga presiden dapat dengan  mudah memengaruhi dan menciptakan power dalam dirinya. Dan yang terakhir adalah integritas yang meliputi kejujuran diri dan dapat dipercaya. Sehingga ketika seorang calon presiden terpilih, dirinya tidak dicap sebagai sosok yang hanya “ngomong doang” ketika kampanye, tetapi dapat dipercaya. Dirinya juga dapat menghindari ketidakjujuran dalam bekerja seperti korupsi nantinya.

Pada akhirnya, sosok pemimpin yang berarti presiden ideal untuk Indonesia selayaknya berjiwa negarawan yang berpegang teguh dengan dasar negara, Pancasila. Karena di setiap sila-sila Pancasila telah diajarkan berbagai nilai, norma, dan moral yang harus dipegang oleh seorang presiden  sebagai cerminan dari jiwa idealis, intelektual, dan integritas demi memajukan negara Indonesia ini