Luthfi Aditya Mas’ud (Akuntansi UNS)

Di malam hari pada tanggal 12 Februari 2013, masyarakat Indonesia dibuat terharu dengan penyampaian uneg-uneg sang walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Ibu Risma diundang sebagai pembicara dalam acara Mata Najwa. Untuk pertama kalinya melalui media televisi, Tri Rismaharini yang lebih akrab disapa Ibu Risma berdialog diselingi dengan tetesan air mata. Kepiawaian Najwa Shihab sebagai presenter mampu membuat Ibu Risma mengungkapkan perasaan serta beban-bebannya dalam acara tersebut.

Tri Rismaharini merupakan walikota perempuan pertama di Indonesia. Secara fisik, beliau jauh dari kata muda, tinggi, dan cantik. Namun semua itu tidak lantas menjadi pertanda bahwa beliau merupakan pemimpin gagal. Justru sebaliknya, prestasi luar biasa ditorehkan oleh Ibu Risma. Tercatat 51 penghargaan diraih selama tiga tahun menjabat. Prestasi yang dapat dibilang sangat membanggakan. Kota Surabaya bukanlah kota kecil dengan sedikit permasalahan. Namun dengan tangan dingin Ibu Risma, Kota Surabaya disulap menjadi kota sedugang prestasi baik di kancah nasional maupun internasional.

Kembali ke dialog pada acara Mata Najwa, secara tersirat beliau memberikan inspirasi yang luar biasa. Inspirasi terkait nilai-nilai kepemimpinan yang sering terlupakan oleh para pemimpin saat ini. Nilai religius yang terlihat ketika beliau benar-benar ingin masuk surga dengan cara menjadi pemimpin yang adil, pemimpin yang tidak membuat rakyatnya sengsara. Kemudian nilai kepedulian yang diperlihatkan saat beliau kerap melakukan blusukan tanpa mengenal waktu, melihat bagaimana kondisi masyarakat Surabaya di saat bulan muncul atau saat matahari menerangi. Masih banyak lagi nilai-nilai yang patut menjadi teladan bagi pemimpin, calon pemimpin dan seluruh masyarakat Indonesia.

Ditengah permasalahan yang mendera para pemimpin negeri, Ibu Risma muncul sebagai pemberi harapan nyata bahwa Indonesia masih dapat diselamatkan. Ibu Risma membuktikan bahwa tidak selamanya pemimpin itu buruk. Kepemimpinan Bu Risma layak menjadi inspirasi, yang kemudian membangkitkan nilai-nilai yang telah terlupakan oleh para pemimpin yang cenderung terbuai oleh kenikmatan jabatan. Surabaya patut berbangga, punya pemimpin bersahaja nan bertanggung jawab. Semangat Tri Rismaharini, semangat Indonesia !