FATHONI DWI JANARKO (Akuntansi UNS)

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya. Budaya yang dibentuk dari sebuah sejarah panjang yang mengiringi berdirinya bangsa ini. Untuk itu kita sering mendengar menenai kebudayaan nasional Indonesia. Kebudayaan Nasional Indonesia didefinisikan adalah kebudayaan hasil produk setelah adanya Sumpah Pemuda (1928) atau sesudah Indonesia Merdeka (1945). Sebagai pendampingnya adalah kebudayaan yang ada di Indonesia. Kebudayaan yang ada di Indonesia ini juga dapat dibagi dua yaitu kebudayaan etnik, seperti etnik Batak (Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun), Melayu, Bali, Aceh, Minang, Sunda, Betawi, Jawa, Sulawesi, sampai ke Papua (Irianjaya) dan lainnya serta kebudayaan asing, seperti Arab, Belanda, Inggris dan lainnya[1].

Akan tetapi kekayaan budaya Indonesia yang cukup banyak ini tidak semua masyarakat mengenal dan memahami budaya yang ada di semua daerah di Indonesia, bahkan ditempat tinggalnya sendiri. Hal ini yang menjadi keprihatinan kita semua ketika budaya ini tidak dapat dilestarikan. Untuk itu perlu adanya sebuah solusi dalam mengenalkan budaya Indonesia ini di kalangan masyarakat. Dalam hal ini peran aktivis mahasiswa dapat menjadi solusi. Temu aktivis mahasiswa berbudaya dapat menjadi salah satu metode yang dapat dijalankan.

Kegiatan mahasiswa berbudaya ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap perkenalan budaya kepada mahasiswa dan tahap promosi budaya ke luar. Langkah pertama dalam memperkenal budaya ke mahasiswa adalah memalui kegiatan OSPEK mahasiswa dengan memperkenakan budaya daerah disekitar kampus. Kegiatan ini dilakukan dengan mengujungi tempat industri kreatif di masyarakat yang berbasis industri. Disana mahasiswa belajar dalam segi proses dan dapat memberikan gambaran mahasiswa dalam menciptakan teknologi yang mungkin dapat digunakan masyarakat dalam membuat produk berbass budaya ini.

Ketika mahasiswa sudah mengenal budaya di daerah sekitar kampusnya, maka mahasiswa akan saling bertemu dengan mahasiswa dari kampus lain yang berada di daerah lain. Dalam forum tersebut seluruh mahasiswa mambawa sebuah pengetahuan tentang budaya yang ada di daerahnya. Sehingga mereka dapat saling bertukar informasi mengenai budaya yang ada di daerah kampus.

Diharapkan dengan kegiatan in aktivis mahasiswa dapat memperoleh sebuah infomasi penting mengenai budaya yang berada di Indonesia. Karena sebuah kecintaan pada sesuatu hal berasal dari sebuah pengenalan pada hal tersebut, maka setelah mengenal beribu budaya yang ada di Indonesia ini aktivis mahasiswa dapat menintai budaya yang ada di Indonesia. Kecintaan pada budaya inilah yang akan mendorong mahasiswa dalam mempertahankan dan melestarikan budaya Indonesia.



[1] WISNU ARDIANSYAH. 2010. KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA DARI SISI GAGASAN DAN MATERIAL. http://wisnuardiansyah.wordpress.com/2010/10/25/kebudayaan-nasional-indonesia-dari-sisi-gagasan-dan-material/