Didik Nugroho (D3_Keuangan perbankan UNS)

Pengantar

Sejenak raga ini merasa lelah dengan rutinitas harian, iri hati selalu mendominasi perasaan ini. Melihat langkah mereka yang tidak kenal lelah, tidak peduli apa kata orang, menebar kebaikan lah yang sedang ia lakukan. Tidak asing lagi, aktivis dakwah julukanya. Disaat sebaya sibuk mengejar dunia, tapi ia tetap dengan jalan yang telah dipilih, menjadi muslim bermanfaat bagi sesama. Terinspirasi dari kakak kos, dimana kuliah bukan segala – galanya, nilai tinggi bukan tujuan utamanya, kesenangan dunia tidak menyilaukan akhiratnya. Akhi Zulfikar Ali Ahmad, nama yang tidak asing buat kost binaan Tsaqofi. Kebaikan yang  selalu ditunjukkan membuat saya semakin mengaguminya. Dia aktivis kampus. Bppi, Kei, Bem Fe, Dema Uns, Kammi Uns adalah segelintir kesibukan yang pernah menghiasi hari – hari mz Zul, sapaan akrabnya. Tidak lupa, soal akhlak dan amal shalehnya, insyaallah sama baiknya. Bang Zul, semoga sukses selalu. Aamiin

Pembahasan

Memang, dunia perkuliahan merupakan tempat menimba ilmu, membentuk jati diri, melatih kemandirian, dan tempat untuk belajar banyak hal. Ada yang beranggapan kuliah sebagai prioritas utama sehingga kesehariannya dihiasi dengan buku dan buku. Ada juga orang menjadikan kuliah prioritas kedua, bahkan ketiga. Tetapi itu adalah pilihan bagi kita yang berjuluk mahasiswa. Terlepas dari itu, penulis akan membahas sedikit mengenai aktivis dakwah kampus.

Menengok Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, terutama Organisasi BPPI (Badan Pengkajian & Pengamalan Agama Islam). Dengan Personel tidak sebanding dengan jumlah keseluruhan mahasiswanya menunjukkan bahwa, menjadi aktivis dibidang agama bukan hal menarik,bahkan mereka tidak memasukkan dakwah didalam tabel agenda selama mengenyam dibangku perkuliahan. Sungguh, ini merupakan awal yang salah mengapa lulusan Perguruan Tinggi ketika mengabdi kepada negara banyak yang meninggalkan luka bahkan mencoreng muka dengan segudang perilaku tidak terpujinya.

“ Sampaikanlah kebaikan, walaupun satu ayat saja “ sebuah hadist nabi yang ringan kalimatnya, namun sarat akan nilai mulia. Dengan meyampaikan kebaikan, tidak membuat kita merugi, tidak membuat kita merasa rendah, justru disitulah ladang pahala bagi kita.

Pengalaman luar biasa menjadi aktivis dakwah sangat dirasakan oleh penulis, belajar konsekwen dengan apa yang diucapkan. Merubah 180 derajat kebiasaan saya, dimana sebagai contoh buat adik – adik binaan saya harus menjaga setiap perbuatan yang menjurus kearah kemaksiatan. Tetapi disitulah letak kebahagian kakak pembina dapat memberikan ilmu  sekaligus mempraktikkannya.

Menengok sekilas gerak gerik para petinggi neregi yang semakin mengkhawatirkan, nampaknya persebaran aktivis kampus perlu diperbanyak lagi, mengingat kampus merupakan pemasok SDM terbesar tata pemerintahan. Pembinaan Akhlak adalah jawaban untuk memperbaiki Indonesia saat ini, dan mau tidak mau, peran aktivis dakwah  begitu penting sehingga dukungan kampus sangat diharapkan agar gerakan ini dapat menjadi sebuah tren bagi dunia perkuliahan.

Kesimpulan :

Aktivis dakwah adalah perbuatn sangat mulia, terhitung sebagai amal jariyah kita, dan kita sendiri yang akan menuai kebaikannya. Kegiatan ini memang sedikit peminatnya, tetapi inilah salah satu langkah konkret bagi mahasiswa untuk merawat serta menjaga bumi khatulistiwa nan megah ini ditengah persoalan moral anak bangsa yang tak kunjung memberikan tanda perbaikan. Dan yakinlah, langkah kita ( para aktivis dakwah) tidak akan sia – sia.  Insyaallah….