Dewi uswatun hasanah (PLB 2012 UNS)

Semakin maraknya keberadaan pasar modern telah menyudutkan keberadaan pasar tradisional. Tenggelamnya pasar tradisional telah membawa permasalahan yang cukup serius, mengingat notabene para penjualnya adalah penduduk Negara sendiri yakni Indonesia.

Pasar Modern yang sebagian besar kepemilikannya adalah atas nama swasta asing rupanya telah sukses menancapkan cakarnya di bumi pertiwi ini. Keberadaan pasar modern telah mematikan keberadaan pasar tradisional. Banyaknya konsumen yang berpindah hati dari pasar tradisional ke pasar modern menjadi bukti bahwa pasar modern telah berhasil melancarkan strategi dan taktik pintarnya untuk menarik minat para konsumen. Beragam kenyamanan mereka tawarkan mulai dari sanitasi, lingkungan yang nyaman, menariknya produk yang di tawarkan, dan politik jual yang diterapkan, ternyata telah menyedot banyak perhatian dari kalangan konsumen. Itu semua tidak dimiliki oleh  pasar tradisional. Pasar tradisional telah kalah saing oleh pasar modern. Inilah yang perlu dibenahi, perlu adanya beberapa inovasi untuk pemperbaiki dan menutupi kekurangan-kekurangan yang ada tanpa mengubah unsur-unsur inti dari pasar tradisional itu sendiri.

Kita perlu menerapkan strategi yang baru jika ingin memunculkan kembali kecintaan para konsumen terhadap produk-produk pasar tradional. Kreasi produk, dan peningkatan kualitas kelayakan konsumsi pun perlu dilakukan, tentunya menggunakan cara-cara yang benar dan tidak menyalahi aturan, sanitasi dan kenyamanan lingkungan harus lebih diperhatikan hal ini juga menjadi pertimbangan para konsumen dalam memilih tempat untuk membeli kebutuhannya.  Unggulkan produk-produk alami yang jauh dari kandungan bahan kimia berbahaya, dan berikan pelayanan yang baik. Beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh pasar tradisional seperti produk-produk ramah lingkungan akan menjadi daya pikat tersendiri untuk mengembalikan para konsumen yang sudah lama tersesat.

Akhirnya itu semua hanya bisa terlaksana jika para penghuni pasar tradisional mau berkomitmen  dan terbuka terhadap pembaharuan-pembaharuan yang perlu dilakukan.