Aris Minardi (Fisika 2011 UNS)

Berawal ketika awal semester 4 mau ikut organisasi atau tidak, begitu bingung untuk memikirkarnya, karena nilai IP semakin menurun. Ada beberapa tawaran dari berbagai organisasi. Tetapi ada satu tawaran yang mencengangkan, yaitu menjadi kabid layanan Umat. Sontak sekali saat itu, yang terpikirkan saat itu adalah jadi tukan bersih-bersih masjid, padahal aku tak mendaftar di bagian itu. Kira-kira disuruh memikirkannya padahal tinggl 3 hari untuk pelantikan. Tapi Alhamdulillah dapet jalan dari kebingungan, yaitu malamnya bisa sholat Istikhoroh, dan keesokkan harinya saya bisa menjawab, insyaAllah siap untuk memegang amanah di ini. Akhirnya pelantikan ku dimulai, dan ternyata squad LU itu adalah adik-adik yang sering saya temui, yaitu adik yang sering jualan onde-onde (kaya orang arab), yang dari panti, yang sering tersenyum dengan ku, adik yang sering ketemu diwarung makan, dan yang sering sholat bareng.

Setelah itu mulailah untuk berkarya atau melaksanakan program kerja, dan ternyata proker Layanan Umat adalah yang paling banyak, dan membuat kelalahan juga, tetapi sangat menyenangkan, semisal : menjadi koordinator DUSBIN (dusun binaan) di desa Wirun, disana mengajar mengaji dan bermain bersama adik-adik, ketika proses mengajar sangat menyenangkan dan menjengkelkan juga, karena adik-adiknya bandel, tapi lucu banget, mengingatkan saat masih kecil, dan ke kekaguman saya yaitu semangat mereka untuk mengaji luar biasa, entah ada atau tidak ada guru mereka mengaji, serasa melihat generasi bangsa yang luar biasa, karena kepolosannya tetep semangat untuk mencari Ilmu. Ada proker Gemas juga (Gema Anak Sholeh), saat itu hati saya senang sekali melihat generasi yang pandai dalam berceramah, hafalan, adzan, lucu-lucu, (kalau remaja sekarang masih mengingat masa seperti itu, pasti akan menyenagkan banget negara ini, jauh dari korupsi, foy-foya dll). Dan 1 proker yang membuat saya senang yaitu adalah BBM (Bersih-bersih Mushola), luar biasanya Alhamdulillah semakin banyak yang suka mushola, mushola jadi rapi. Alhamdulillah keluaran dari Bidang Layanan Umat tetap semangat dan sekarang jadi takmir dan takmiroh di mushola MIPA UNS.

Akan tetapi ketika akan akhir keberjalanan saya menjadi resah, karena orang yang saya percayai atau saya anggap sebagai kakak, yang memberi kepercayaan kepada saya seperti mengkhianati saya, hatiku sakit sekali. Tak ku sangka bisa seperti, dan akupun mempertanyakan apa gunanya aku menjadi koordinator Layanan Umat. Waktu semakin berlalu hatiku semakin sakit ketika melihat orang-orang itu. Di suatu saat, ada yang mengatakan kepada saya, “ Berharaplah kepada Allah dan Carilah ridhonya”, mari belajar Ikhlas ya dhik. Saat itu aku sadar bahwa niatku belum 100% karena Allah. Mulia saat itu aku sadar bahwa keberadaanku di sini bukan pelayan manusia, tetapi aku adalah pelayan Allah, entah apa yang mereka katakan, mereka rencakanan, aku kan coba tetap bekerja untuk Allah sebagai Pelayan Umat dan Alhamdulillah di semester 5 ini semakin bertambah prestasi, mulai dari mendapat IP lebih dari 3, membuat Jurnal dan membuat 1 penelitian yang sudah bertaraf nasional. Karena hidup ini penuh dengan pelajaran yang membuat kita semakin besar J. Moga bermanfaat, saya hangat dari pelayan umat