Ahmad Agus Nugroho (D3 Akuntansi 2013 UNS)

Prolog

Kata yang memang telah menjadi sebuah daya tarik. Aktivfis, bisa saja bermakna banyak, tapi tak dapat dipungkiri selama ini aktifisaktivis bagi kalangan masyarakat terbatas pada pemuda dan mahasiswa. Mereka yang masih aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatanlah yang selama ini disebut aktifisaktivis oleh masyarakat.

Bagi saya, aktifisaktivis adalah seorang yang peduli. Peduli akan lingkungannya, sehingga ia melakukan sebuah aksi. Dalam benakku aktifisaktivis bisa siapa saja, bukan hanya mereka yang padat jadwal karena ikut organisasi. Bisa saja mereka hanya duduk dalam rapat, tak berpendapat, tak juga beranjak menerapkan ide yang telah didapat. Kata aktifisaktivis bermakna banyak orang, inspirator, organisator sekaligus eksekutor yang handal.

 

Aksi

AktifisAktivis selalu berkaitan dengan aksi, turun ke jalan mnenyuarakan aspirasi adalah hal lumrah bagi mereka. Berteriak, mengobarkan semangat peserta demo, lagi-lagi hal yang lumrah. Namun, jangan disangka melakukan itu semua tak ada artinya. Turun merupakan jalan yang ditempuh setelah melihat kebuntuan penyelesaian suatu masalah. Sampai disini, para aktifisaktivis akan memaksa penguasa untuk mendengar tuntutan mereka.

Tuntutan yang memang ditujukan untuk kepentingan bersama. Tetapi, banyaknya mereka yang terkadang hanya ikut-ikutan saja, membuat aksi seperti ini kurang didengar dan lebih sering diabaikan oleh penguasa. Lihat saja, demo dan orasi telah menjadi sarapan rutin yang disuguhkan media masa. Respon penguasa akan demo ini masih biasa saja, bahkan terkesan menutup mata. Maka dari itu, perlu langkah baru untuk menyuarakan aspirasi yang ada.

Karya dan Perubahan

Aktivis revolusioner memang dibutuhkan saat ini, hal ini semakin terlihat ketika anggapan tak efektifnya aksi turun ke jalan menjadi kenyataan. Banyak aksi-aksi turun ke jalan yang hanya berakhir dengan pembubaran paksa oleh petugas berwenang. Dan selanjutnya tuntutan atau aspirasinya tak dianggap sama sekali. Hal ini lumrah terjadi saat ini.

“Saat ini, aksi turun ke jalan bukan lagui menjadi solusi. Aksi seorang aktifisaktivis haruslah memiliki alasan dan akhirnya mampu mengusulkan solusi atas tuntutan yang mereka ajukan. Bukan lagi saatnya berteriak dan menuntut, kini saatnya aksi dengan kontribusi yang nyata.” Begitu ucapan mas Ardian[1] disela-sela talkshownya di acara DM1 Desember lalu.

Hal ini merepresentasikan bahwa aktifisaktivis haruslah memiliki sebuah ide yang dapat dijadikan solusi atas tuntutan mereka. Solusi ini yang kemudian menjadi  sebuah karya, melalui karya itu, para aktifisaktivis dapat membentuk dan mengarahkan opini publik tanpa harus bersusah payah ke jalan.

Hal yang kemudian menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Yang mengindikasikan bahwa seorang aktifisaktivis tahu benar akan apa yang ia bicarakan. Melalui karya pula, masyarakat tak harus menunggu reaksi pemerintah. Tentunya, karya bukan hanya tulisan, karya ini juga bisa berupa alat yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Aksi yang dilakukan aktifisaktivis, karya yang ia hasilkan, akan membawa perubahan yang besar pada bangsa saat ini. Aspirasi tak lagi harus disuarakan dijalan, tak perlu lagi berpanas-panasan menuntut hak, tak lagi harus menunggu reaksi pemerintah atas tuntutan mereka. Hal-hal itu bukan hanya akan membawa perubahan sistemik dinegara ini, tetapi juga membawa perubahan kearah manusia yang lebih beradab.

“Karna aktifisaktivis bukan hanya seorang penuntut

Mereka adalah manusia luar biasa

Dalam keadaan  sibuk akan agenda

Mereka masih peduli akan lingkungannya”



[1] Presiden KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) tahun 2013