matassss fix

“Prestasi adalah bagaimana kita berterimakasih atas segala yang kita dapat dengan melipatgandakan kebermanfaatan, agar ada kita-kita-kita lainnya yang dapat menyebarluaskan kebaikan kepada orang lain”-Rian Mantasa

Rian Mantasa Salve Prastica adalah penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) UNS Angkatan 4. Pemuda kelahiran Pati, 17 Mei 1993 adalah lulusan Terbaik UNS 2015, sebab berhasil menjadi  wisudawan pertama yang berhasil mendapatkan IPK sempurna sejak UNS berdiri. Lulus dengan mengantongi ijazah berIPK 4.0 untuk mahasiswa Fakultas Teknik, merupakan pencapaian yang luar biasa. Namun ia memiliki definisi tersendiri terkait prestasi, menurutnya prestasi bukanlah ketika kita mendapatkan penghargaan atau kebanggaan kemudian kita menikmatinya sendiri.

Prestasi bukanlah ketika kita lulus dengan IPK 4,00 kemudian kita memamerkan ke seluruh mata dunia agar mereka tahu kehebatan kita. Prestasi bukanlah ketika kita dikenal banyak orang karena pencapaian gemilang kemudian kita lupa. Lupa bahwa tugas manusia adalah belajar dan mengajarkan. Lupa bahwa prestasi adalah amanah dari Allah. Lupa bahwa kita manusia lemah biasa. Lupa untuk mewariskan ilmu yang kita dapatkan. Karena pada akhirnya, kita bermula dan berakhir untuk Dzat yang abadi, Allah, Rabb Semesta Alam.”- Rian Mantasa.

Jurusan Teknik Sipil yang awalnya ia pilih karena ingin mengikut jejak ayahnya, ternyata membawa pemuda ini mendapat banyak prestasi. Beberapa diantaranya antara lain: Juara Harapan 1 LKTI Civil Week 2013, Juara 3 LKTI Desain Kawasan Navigasi Sungai Unhas Makassar 2013,  Top 10 LKTI Green Innovation Universitas Riau 2014,  Mawapres Terbaik Teknik Sipil UNS 2014, Runner Up Mapres Fakultas Teknik 2014,  Penyaji Makalah Terbaik Teknik Sipil Konsentrasi Hidrolika FT UNS,  Publikasi Nasional HATHI ke-32  tahun 2015, Publikasi Internasional ICRMCE tahun 2015.

Prestasi akademik pemuda ini pun luar biasa. Sejak semester 1, ia sering mengantongi nilai A. Hanya ada 4 mata kuliah dengan nilai B, dan semuanya diulangi agar mendapat nilai A. Ketekunan dan kegigihannya untuk senantiasa menjadi pembelajar, akhirnya membuahkan hasil terbaik. Sehingga tak heran jika ia disebut sebagai “The King of Asdos” karena  menjadi Asisten Dosen pada 14 mata kuliah.

Semua kesibukan akademik, tidak lantas membuatnya menjadi mahasiswa academic oriented. Sebab terbukti ia juga aktif dalam organisasi. Pemuda yang juga dijuluki ‘Sang Professor’ ini aktif di berbagai organisasi antara lain: Kepala DPPAK Biro AAI UNS 2015, Ketua Biro AAI FT UNS 2014, Kepala Bidang Sekertaris dan Bendahara Umum SKI FT UNS 2014, Dirjen RIPTEK BEM FT UNS 2013-2014, dan berbagai organisasi baik internal maupun eksternal lainnya.

“Hidup punya 2 pilihan,mengabaikan atau memanfaatkan amanah yang ia dapat untuk memberikan kebermanfaatan bagi orang lain.”-Rian Mantasa

Seluruh pengalaman organisasi, membesarkannya di Universitas Sebelas Maret sebagai seorang aktivis, hingga menjadi bagian dari keluarga besar Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa). Salah satu value yang selalu  didoktrinkan kepada seluruh penerima manfaat Bakti Nusa  adalah bagaimana setiap detik dan langkah perubahan yang kita lakukan memberikan kebermanfaatan  bagi orang banyak. Value Amanah senantiasa melekat pada dirinya, sehingga keberjalanan aktivitas berorganisasi dan aktivitas akademik menjadi harmonis. Dia menyadari bahwa value itu yang menjadikannya bisa mengemban amanah di rumpun FSLDK, AAI, BEM, hingga membesarkannya seperti saat ini.

“Ada jutaan alasan bagi seorang manusia untuk berhenti memberikan kebermanfaatan. Tetapi, bagi seorang manusia yang telah memiliki endapan visi hidup sejati dalam hidupnya, cukup satu alasan untuk bangkit kembali. Bangkit, ketika sudah tak banyak yang membersamainya. Bangkit, walaupun harus berjuang sendiri. Sudah tidak ada waktu lagi untuk mengeluh melihat banyak permasalahan di negeri ini. Kita hanya dihadapkan dengan satu pilihan : BERGERAK. Berkontribusi kepada bangsa ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Bergerak dan  biarkan hati kita menyentuh banyak hati lain yang memerlukan pertolongan.”-Rian Mantasa

Track record baik di bidang akademik maupun organisasi membuatnya diliput oleh berbagai media. Walaupun ada saja  persepsi-persepsi negatif beberapa orang yang memenuhi news feed. Itulah manusia, sebaik apapun pasti ada saja yang kurang menanggapinya negatif.

IMG-20151002-WA0010 IMG-20151003-WA0001  IMG-20151002-WA0011

Pernah phobia Islam, peraih IPK 4 UNS kini justru jadi aktivis Rohis (Brilio.net, 26 Agustus 2015)

Mahasiswa UNS Peraih IPK 4,0 Terinspirasi Ayahnya (Tempo.co, 1 September 2015)

Siapa Mahasiswa UNS yang lulus dengan IPK 4 (Tempo.co, 1 September 2015)

Rian, Peraih IPK Sempurna di UNS Pernah Dapat Nilai B (Tempo.co, 2 September 2015)

Inilah Rian Mantasa SP, Mahasiswa Fakultas Teknik UNS Peraih IPK 4,0 (Mediajurnal.com, 2 September 2015)

Lulus dengan IPK 4.0 Begini aktivitas Rian di UNS  (Tempo.co, 2 September 2015)

Lulus dengan IPK 4.0 Mahasiswa Teknik ini Mau ke Jerman (Tempo.co, 2 September 2015)

Ini Rian, Mahasiswa Teknik UNS yang Aktif Berorganisasi dan Raih IPK 4

Rian Mantasa ADK Ber-IPK Sempurna

Anak Lurah Lulus dengan IPK 4.0 dari Fakultas Teknik UNS

Rahasia Rian Lulus 4 Tahun dengan IPK 4

Luar Biasa Mahasiswa UNS ini Lulus

Dan berbagai media lainnya.

Berbagai liputan media tersebut tak lantas membuatnya sombong. Sebab ia sadar bahwa sejatinya manusia adalah makhluk yang tak luput dari kesalahan. Sepandai, sekaya, secerdas, serupawan, apapun itu, diri seseorang, ada tabir yang menutupi seluruh kehinaan dalam dirinya. Sehingga perbaikan diri secara kontinu merupakan upaya untuk  memberikan dampak kebermanfaatan yang lebih besar.

Inspirasi yang senantiasa ia bagikan tak pernah berhenti, bahkan disela-sela  sambutan wakil wisudawan pada Wisuda 5 Desember  2015 kemarin (Download disini).

Selamat mengakhiri perjalanan panjang sebagai Mahasiswa S-1 di almamater tercinta Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.. Terimakasih telah mengisi perjalanan panjang tersebut dengan karya, kontribusi dan prestasi yang menginspirasi banyak orang.